PEMALANG, Liputan24times– Duka menyelimuti Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang pada Minggu pagi (25/1/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu bencana tanah longsor di area Perhutani, tepatnya di Dusun Dk. Siranti, yang mengakibatkan dua orang warga dilaporkan hilang tertimbun material tanah.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB saat sebagian warga mulai beraktivitas. Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir diduga kuat menjadi penyebab utama, mengingat kondisi tanah di lokasi kejadian tergolong labil.
Kepala Desa Bongas, Arum Subiyakta, mengonfirmasi bahwa dua warganya hingga kini belum ditemukan. Identitas korban adalah Hamim (60) dan Aksinudin (40). Keduanya diduga sedang berada di lokasi saat tebing di area Perhutani tersebut runtuh.
Selain korban jiwa, longsor juga meluluhlantakkan sektor ekonomi warga setempat. Tercatat sedikitnya satu hektar tanaman padi yang siap panen hancur tertutup tanah, serta lima ekor kambing milik warga turut hilang tertimbun.
”Kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan. Selain kerugian materiil berupa lahan pertanian dan ternak, prioritas utama kami adalah menemukan Pak Hamim dan Pak Aksinudin,” ujar Arum Subiyakta saat memberikan keterangan, Minggu (8/00 WIB).
Sejak laporan diterima, Pemerintah Desa (Pemdes) Bongas bersama unsur Kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para relawan langsung bergerak menuju lokasi. Warga setempat secara bahu-membahu melakukan pencarian awal dengan alat seadanya di tengah ancaman cuaca yang belum menentu.
Namun, Arum menekankan bahwa proses evakuasi tidaklah mudah. Kondisi geografis dan tanah yang masih bergerak menjadi hambatan serius bagi tim di lapangan.
”Kami sudah berkoordinasi dengan Camat Watukumpul dan BPBD Kabupaten Pemalang. Saat ini, kami sangat membutuhkan bantuan peralatan pencarian yang memadai karena potensi longsor susulan masih sangat tinggi,” tambah Arum.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Dk. Siranti masih dalam status waspada. Warga diimbau untuk menjauhi titik longsor demi menghindari jatuhnya korban tambahan, mengingat struktur tanah yang belum stabil.
Pihak BPBD Kabupaten Pemalang diharapkan segera tiba di lokasi dengan peralatan berat dan personel tambahan guna mempercepat proses pencarian kedua korban yang masih hilang.




















