Muara Dikeruk, Pintu Air Dipasang: Strategi Pemkab Pemalang Benahi Wilayah Pesisir

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG – Kawasan pesisir Kabupaten Pemalang terus menghadapi tantangan alam yang dinamis, mulai dari ancaman banjir rob tahunan hingga pendangkalan muara sungai akibat sedimentasi. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) meluncurkan strategi terintegrasi dengan menggenjot empat proyek infrastruktur air sekaligus.

​Strategi taktis bertajuk “Muara Dikeruk, Pintu Air Dipasang” ini menjadi bukti keseriusan Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Pemalang dalam menata ulang kawasan pesisir di Kecamatan Ulujami dan sekitarnya agar lebih tangguh dan adaptif.

Example 300x600

Strategi Dua Arah: Pemulihan Ekonomi dan Mitigasi Bencana

​Langkah yang diambil Pemkab Pemalang kali ini tidak hanya fokus pada satu sektor, melainkan menyasar dua aspek krusial sekaligus, yaitu pemulihan urat nadi perekonomian warga dan perlindungan pemukiman dari bencana hidrometeorologi.

1. Sektor Ekonomi: Normalisasi Jalur Nelayan Asemdoyong

​Tingginya tingkat sedimentasi di muara Sungai Waluh, Desa Asemdoyong, selama ini menjadi momok bagi nelayan lokal karena membuat perahu mereka kerap kandas saat air surut. Lewat strategi pengerukan muara ini, DPUTR membersihkan endapan lumpur secara masif. Hasilnya, akses keluar-masuk kapal nelayan menuju laut lepas kini dikembalikan pada fungsi normal demi menjaga stabilitas pendapatan sektor perikanan.

2. Sektor Mitigasi: Pemasangan Pintu Air dan Perkuatan Tebing

​Sebagai tameng pelindung daratan dari amukan pasang air laut, DPUTR menerapkan strategi pertahanan ganda:

  • Pemasangan Pintu Air Antirob: Dibangun di Sungai Sembilangan Barat, Desa Kaliprau. Pintu air ini berfungsi sebagai katup pengendali darurat yang akan ditutup saat rob tinggi untuk mencegah air laut mengintrusi daratan.
  • Pembangunan Perkuatan Tebing: Dilaksanakan di Sungai Sicumplung, Desa Kertosari. Struktur dinding penahan ini dirancang khusus untuk memperkuat struktur tanah pinggir sungai dari erosi dan abrasi hantaman rob.

Sinergi Lintas Sektor hingga Pertanian

​Menariknya, strategi penataan air ini tidak berhenti di bibir pantai. DPUTR Pemalang juga menarik garis lurus pembangunan hingga ke sektor ketahanan pangan di hulu lewat Revitalisasi Embung Danayasa.

​Pengerukan sedimen di Embung Danayasa dilakukan agar kapasitas tampung air hujan kembali maksimal. Air cadangan yang berhasil dipanen di embung ini nantinya akan didistribusikan secara merata melalui jaringan irigasi sawah di sekitarnya. Langkah ini menjadi garansi bagi para petani agar tetap bisa berproduksi secara optimal meski di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Perwujudan Komitmen #SigapMembangunPemalang

​Melalui integrasi proyek dari muara hingga embung ini, Pemkab Pemalang menegaskan bahwa pembenahan wilayah pesisir membutuhkan penanganan yang komprehensif dari hulu ke hilir.

​Masyarakat menyambut baik langkah taktis ini dan berharap pemeliharaan infrastruktur serupa dapat terus dilakukan secara berkala demi menjamin rasa aman warga pesisir serta keberlanjutan roda ekonomi daerah. (Red)

Penulis: SuryaEditor: Redaksi
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *