Liputan24Times — OpenAI mulai menjajaki pengembangan ponsel pintar berbasis agen kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mobile.
Laporan dari Gizmochina mengutip analis Ming-Chi Kuo yang menyebut bahwa perangkat ini akan mengusung konsep berbeda dari smartphone konvensional dikutip dari antaranews Selasa, (5/5/2026).
OpenAI merancang ponsel tersebut agar tidak bergantung pada aplikasi seperti yang umum digunakan saat ini.
Sebagai gantinya, OpenAI menghadirkan agen AI bawaan yang mampu menjalankan berbagai tugas secara langsung. Pengguna cukup memberikan perintah atau pertanyaan, lalu sistem akan memprosesnya secara menyeluruh.
AI akan mencari informasi yang relevan, memberikan rekomendasi, hingga mengeksekusi tindakan tanpa perlu berpindah aplikasi.
Pendekatan ini memungkinkan pengguna merencanakan aktivitas dengan lebih efisien. Mereka tidak perlu lagi membuka kalender, memeriksa pesan, atau berpindah antar aplikasi.
Sistem AI akan mengintegrasikan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu alur interaksi.
Konsep serupa sebenarnya pernah muncul melalui perangkat seperti Rabbit R1, namun implementasinya masih terbatas.
OpenAI kini mencoba membawa pendekatan tersebut ke tingkat yang lebih ambisius dengan mengintegrasikannya langsung ke dalam ponsel pintar utama, bukan sekadar perangkat pendamping.
Dalam proses pengembangannya, OpenAI kemungkinan akan menggandeng sejumlah perusahaan teknologi besar.
Kuo menyebut MediaTek dan Qualcomm sebagai kandidat mitra untuk merancang chip yang mampu menangani beban kerja AI secara optimal.
Selain itu, OpenAI juga berpotensi bekerja sama dengan Luxshare untuk menangani proses manufaktur dalam skala besar, mengingat pengalaman perusahaan tersebut dalam produksi perangkat elektronik global.
Meski begitu, proyek ini masih berada pada tahap awal. OpenAI diperkirakan baru akan menetapkan spesifikasi teknis dan rantai pasok pada akhir 2026 atau awal 2027.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, perusahaan bisa memulai produksi massal sekitar tahun 2028.
Langkah ini menunjukkan upaya OpenAI dalam mendorong evolusi perangkat mobile menuju pengalaman yang lebih terintegrasi dengan AI.
Jika berhasil, pendekatan tanpa aplikasi ini dapat mengubah fondasi penggunaan smartphone yang selama ini bergantung pada ekosistem aplikasi.



















