banner 728x250

Pekalongan dan Pemalang Berpotensi Tenggelam, DPR RI Minta Pemerintah Bertindak Cepat

  • Bagikan
banner 468x60

Pekalongan Liputan24times, – Ancaman banjir rob di pesisir utara Jawa, khususnya di Pekalongan dan Pemalang, semakin nyata dan mendesak. Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, dengan lantang menyuarakan kegelisahan masyarakat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Senayan, Senin (7/7/2025). Ia memperingatkan bahwa tanpa penanganan serius, wilayah seperti Ulujami, Pemalang, berpotensi tenggelam hingga 2,3 meter pada tahun 2026.

Rizal Bawazier, yang berasal dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah X, mengungkapkan kondisi genting di dapilnya. “Terus terang Pak Menteri, di dapil kami, Pekalongan, Pemalang Ulujami banjir rob tinggal satu meter lagi,” ujarnya dengan nada tinggi, menggambarkan betapa tipisnya batas antara daratan dan lautan.

Example 300x600

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan bahwa penanganan rob jauh lebih mendesak daripada proyek-proyek mewah bernilai triliunan rupiah yang sedang digarap pemerintah. Ia bahkan secara tajam menyindir proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menelan anggaran Rp140 triliun, namun dinilai tidak menjawab ancaman eksistensial seperti tenggelamnya kota-kota di Pantura.

“Kalau rob datang, air laut lebih tinggi dari daratan. Ini bukan soal macet atau kecepatan kereta, ini soal hidup atau tenggelam,” tegas Rizal, menekankan urgensi masalah ini.

Melihat kondisi darurat ini, Rizal mendesak agar pembangunan tanggul laut di Pekalongan dan Pemalang segera dimasukkan ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan status PSN, proyek ini akan mendapatkan alokasi anggaran dan perhatian khusus yang sangat dibutuhkan.

Ia membandingkan dengan Jakarta yang sudah memiliki tanggul megah, sementara Pekalongan masih rentan. “Kalau rob datang, banjirnya bukan surut dalam hitungan jam, bisa berhari-hari,” tambahnya.

Menurut Rizal, pembangunan tanggul rob ini tidak akan menguras anggaran negara secara berlebihan, dengan estimasi dana hanya sekitar Rp1 triliun. Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan dampak bencana rob yang masif dan kerugian ekonomi yang ditimbulkannya. “Kalau ini ditangani, kita bisa selamatkan Kota kami Pekalongan, dan Pemalang daerah sekitarnya,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti lambatnya progres proyek tanggul laut nasional yang direncanakan menghubungkan Jakarta hingga Gresik. Rizal menilai kecepatan pengerjaannya tidak sebanding dengan laju air rob yang semakin agresif. Ia meminta Menteri PUPR untuk segera mengalokasikan anggaran pembangunan tanggul mulai tahun 2026, atau bahkan lebih cepat.

“Warga sudah banyak yang jadi korban, rumahnya rusak, ekonominya terhenti, dan air rob terus naik,” ujarnya dengan mimik prihatin. Rizal, yang akrab disapa RB, menyebut bahwa rob bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan “bom waktu yang bisa menenggelamkan sejarah, ekonomi, dan masa depan kota.”

“Mohon Pak Menteri, proyek ini masuk PSN dan bisa segera dimulai. Ini kebutuhan hidup masyarakat pesisir,” pungkasnya, menandaskan bahwa ini adalah seruan untuk menyelamatkan peradaban di pesisir utara Jawa.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *