banner 728x250

Penanganan Banjir Bandang Pulosari, 630 Warga Mengungsi, 10 Rumah Hanyut.

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

PEMALANG, Liputan24times– Pemerintah Kecamatan Pulosari bersama berbagai instansi terkait terus melakukan langkah cepat dalam menangani dampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Hingga saat ini, tercatat ratusan warga masih berada di titik pengungsian dan proses pemulihan infrastruktur terus digenjot.

Dalam keterangannya Camat Pulosari Arif Senoaji melaporkan bahwa sebanyak 630 warga saat ini telah dievakuasi ke tiga titik pengungsian utama, yaitu, Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, Beberapa titik di masjid dan madrasah setempat

Example 300x600

Terkait korban jiwa, dikonfirmasi terdapat satu orang warga Desa Penakir yang meninggal dunia akibat kejadian ini. Sementara itu, untuk warga yang mengalami sakit, pihak kecamatan telah berkolaborasi dengan rumah sakit sekitar dan Puskesmas yang bersiaga 24 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan serta bantuan obat-obatan.

Dampak kerusakan akibat terjangan air dan material banjir cukup signifikan, Laporan sementara menunjukkan 10 rumah hanyut dan rusak parah di sepanjang aliran sungai di Desa Penakir. Seluruh penghuninya dipastikan sudah berhasil dievakuasi sebelum kejadian. Total ada 6 jembatan putus di Desa Penakir, dengan kondisi terparah berada di Dukuh Sawangan dan Dukuh Sarangan.

Sedangkan untuk Fasilitas Pendidikan: SD 2 Nyalembeng sempat kemasukan material banjir, namun saat ini sedang dalam proses pembersihan oleh relawan.

Pemerintah daerah melalui DPUPR telah mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang sempat terisolir. Per jam 16.00 WIB kemarin, jalur Pulosari-Karangsari sudah kembali terbuka.

Untuk akses logistik di titik jembatan yang putus, pihak TNI dari satuan Zeni direncanakan akan melakukan survei hari ini guna membangun jembatan darurat.

Selain itu, tim dari Perhutani juga telah mengerahkan drone untuk memantau kondisi dari udara guna menyelidiki penyebab pasti banjir bandang dan memantau potensi cekungan air di hulu sungai.

“Alhamdulillah, kolaborasi antara BPBD, relawan, TNI, Polri, dan dinas terkait berjalan luar biasa. Kami pastikan pelayanan 24 jam untuk penanganan akses yang terputus,” ujar Camat Pulosari.

 

 

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *