PEMALANG, Liputan24times– Pemerintah Kecamatan Pulosari bersama berbagai instansi terkait terus melakukan langkah cepat dalam menangani dampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Hingga saat ini, tercatat ratusan warga masih berada di titik pengungsian dan proses pemulihan infrastruktur terus digenjot.
Dalam keterangannya Camat Pulosari Arif Senoaji melaporkan bahwa sebanyak 630 warga saat ini telah dievakuasi ke tiga titik pengungsian utama, yaitu, Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, Beberapa titik di masjid dan madrasah setempat

Terkait korban jiwa, dikonfirmasi terdapat satu orang warga Desa Penakir yang meninggal dunia akibat kejadian ini. Sementara itu, untuk warga yang mengalami sakit, pihak kecamatan telah berkolaborasi dengan rumah sakit sekitar dan Puskesmas yang bersiaga 24 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan serta bantuan obat-obatan.
Sedangkan untuk Fasilitas Pendidikan: SD 2 Nyalembeng sempat kemasukan material banjir, namun saat ini sedang dalam proses pembersihan oleh relawan.
Pemerintah daerah melalui DPUPR telah mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang sempat terisolir. Per jam 16.00 WIB kemarin, jalur Pulosari-Karangsari sudah kembali terbuka.
Untuk akses logistik di titik jembatan yang putus, pihak TNI dari satuan Zeni direncanakan akan melakukan survei hari ini guna membangun jembatan darurat.
“Alhamdulillah, kolaborasi antara BPBD, relawan, TNI, Polri, dan dinas terkait berjalan luar biasa. Kami pastikan pelayanan 24 jam untuk penanganan akses yang terputus,” ujar Camat Pulosari.




















