PEMALANG, Liputan24times – Pemerintah Kecamatan Pulosari terus berkomitmen meningkatkan mitigasi bencana di wilayahnya. Hal ini ditegaskan oleh Camat Pulosari, Arif Senoaji, S.STP, M.SI, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) yang diinisiasi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pemalang di Balai Desa Penakir, Jumat (15/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Arif Senoaji menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dipilihnya wilayah Pulosari sebagai sasaran program strategis dari Kementerian Sosial RI ini.
”Pertama-tama, kami ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta Dinas Sosial dan KBPP Kabupaten Pemalang. Alhamdulillah, Kecamatan Pulosari terpilih menjadi wilayah ketiga di Kabupaten Pemalang yang secara resmi membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB),” ujar Arif Senoaji dalam keterangannya.

Lebih lanjut menurut Arif bahwa pembentukan KSB bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk memastikan keselamatan warga Pulosari. Mengingat kondisi geografis yang menantang, kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci utama dalam meminimalisir dampak risiko bencana.
”Harapan kami setelah KSB ini terbentuk wilayah Pulosari menjadi lebih aman dari dampak bencana. Namun, terlepas dari itu, kita harus selalu dalam kondisi siap siaga,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran KSB akan memberikan bekal pengetahuan yang mumpuni bagi para relawan lokal. “Dengan adanya KSB ini, insya Allah jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan atau bencana di wilayah kami, masyarakat dan relawan akan menjadi lebih siap dan lebih tanggap dalam melakukan penanganan di lapangan,” imbuhnya.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Pemalang, Supadi, menjelaskan bahwa Pulosari menjadi prioritas karena potensi kerawanan bencananya yang cukup tinggi dan variatif, mulai dari tanah longsor, kekeringan, hingga banjir bandang yang baru-baru ini melanda.
”Kegiatan ini melibatkan 60 relawan yang akan mendapatkan pelatihan intensif selama tiga hari dari narasumber pusat maupun Dinsos Provinsi Jawa Tengah,” jelas Supadi.

Pembentukan KSB di Desa Penakir ini merupakan unit ketiga di Kabupaten Pemalang setelah sebelumnya sukses dibentuk di Kecamatan Watukumpul. Pemerintah berharap melalui pelatihan ini, para relawan di Kecamatan Pulosari dapat menjadi pribadi yang tanggap, tangguh, dan cepat dalam menangani situasi darurat di wilayahnya.
Dengan kolaborasi yang solid antara Pemerintah Kecamatan, Dinas Sosial, dan relawan masyarakat, Pulosari kini selangkah lebih maju dalam membangun ketahanan terhadap bencana demi keamanan seluruh warga.



















