banner 728x250

Perkuat Ketahanan Pangan Desa, Wabup Pemalang Resmikan Dapur SPPG di Beluk

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG Liputan24times– Upaya penanggulangan masalah gizi di Kabupaten Pemalang mendapat dukungan baru dari masyarakat sipil. Wakil Bupati Pemalang, Nurkholis, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) “J&J” CATERING—atau yang juga dikenal sebagai Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)—di Desa Beluk, Kecamatan Belik, pada Senin (13/10/2025).

Inisiatif ini digagas dan didirikan oleh Yayasan Masyarakat Wirausaha Jaya, menunjukkan kolaborasi konkret antara elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurkholis menyampaikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Masyarakat Wirausaha Jaya atas komitmen nyata mereka dalam mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

Menurut Wabup, pendirian dapur ini adalah contoh nyata bagaimana masyarakat sipil dapat menghadirkan solusi terhadap permasalahan sosial, khususnya masalah gizi yang masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk Pemalang.
“Melalui peresmian Dapur Makan Bergizi Gratis ini, kita tidak hanya membangun sebuah fasilitas, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, kepedulian, dan solidaritas sosial,” ujarnya.

Dapur ini diharapkan menjadi sarana vital untuk pemenuhan kebutuhan gizi bagi kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Wabup menekankan bahwa kekurangan gizi pada ibu dan anak memiliki dampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Nurkholis memandang pendirian SPPG “J&J” CATERING ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang patut didukung bersama. Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dalam membangun desa yang lebih sehat dan sejahtera.

Wabup Nurkholis berharap program ini dapat menjadi model yang bisa direplikasi di desa-desa lain di Pemalang, menjadikannya bagian dari gerakan bersama menuju masyarakat yang lebih berdaya, sehat, dan mandiri. Namun, ia juga memberikan pesan penting terkait keberlanjutan program:
“Pastikan program ini berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Jangan hanya semangat di awal. Harus ada sistem dan pengelolaan yang baik agar manfaatnya bisa dirasakan terus-menerus oleh masyarakat,” ucap Wabub dalam pesannya.

Nurkholis juga mendorong agar program tersebut melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, melakukan evaluasi berkala, dan senantiasa menjaga nilai-nilai kebersamaan serta kepedulian sosial sebagai fondasi utama pelaksanaannya

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *