SEMARANG, Liputan24tims– Dalam upaya mempererat hubungan antara insan pers dan institusi penegak hukum, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kota Semarang melakukan kunjungan resmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane Semarang, Selasa (13/1).
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD IWOI Kota Semarang, Siswanto, dengan didampingi Bendahara Antonius Joko Ris Pitoyo, Wakil Ketua DPW IWOI Agus Sutriyanto, serta Bidang Kepemudaan Jonatan Dheovan P.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Lapas Kelas I Kedungpane, Tohari, yang didampingi jajaran pejabat struktural, di antaranya Cahyo, Ahmad, Ridwan, dan Dhevan. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kalapas tersebut berjalan akrab dan penuh keterbukaan.
Dukung Keterbukaan Informasi Publik
Ketua DPD IWOI Kota Semarang, Siswanto, menegaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk membangun sinergi strategis, khususnya dalam hal keterbukaan informasi publik. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk menyajikan informasi yang objektif dan berimbang mengenai kondisi di dalam Lapas.
“IWOI berkomitmen menjalankan fungsi pers secara profesional. Kami siap mendukung publikasi program-program pembinaan serta proses reintegrasi sosial warga binaan melalui pemberitaan yang edukatif dan konstruktif,” ujar Siswanto.
Ia menambahkan bahwa peran media sangat penting untuk mengikis stigma negatif di masyarakat terhadap warga binaan, dengan cara menonjolkan sisi humanis dan keberhasilan program pembinaan yang dijalankan Lapas.
Apresiasi dari Pihak Lapas
Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Kelas I Kedungpane, Tohari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif DPD IWOI. Ia mengakui bahwa dukungan media sangat dibutuhkan untuk menyampaikan transparansi kinerja Lapas kepada masyarakat luas.
“Kami sangat terbuka dan menyambut baik kehadiran rekan-rekan IWOI. Peran media sangat vital dalam menyampaikan informasi positif terkait pembinaan, keamanan, hingga upaya humanisasi yang kami lakukan terhadap warga binaan,” ungkap Tohari.
Rencana Kolaborasi Strategis
Selain silaturahmi, pertemuan ini juga membuahkan kesepakatan awal mengenai peluang kerja sama di masa depan. Beberapa poin yang dibahas meliputi:
* Publikasi Program Unggulan: Mengekspos kegiatan kemandirian dan keterampilan warga binaan.
* Edukasi Hukum: Sosialisasi regulasi terbaru melalui kanal berita online.
* Program Kepemudaan: Melibatkanbidang kepemudaan IWOI dalam kegiatan sosial atau motivasi di lingkungan Lapas.
Langkah ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk menciptakan hubungan yang berkelanjutan, demi terwujudnya akuntabilitas dan peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan di Kota Semarang.




















