Liputan24Times — Ambisi untuk mendapatkan kartu Pokémon lebih dulu mendorong seorang pria di Pasadena, Los Angeles, Amerika Serikat, mengambil langkah ekstrem.
Ia diam diam bersembunyi di dalam toko elektronik hingga akhirnya polisi menangkapnya pada dini hari dikutip dari kompas Selasa, (5/5/2026).
Sembunyi sebelum toko tutup
Pria berusia 45 tahun bernama Patrick Keys diduga sudah masuk ke dalam gerai Best Buy sebelum jam operasional berakhir.
Alih-alih keluar bersama pengunjung lain, ia memilih bersembunyi dan bertahan di dalam toko sepanjang malam.
Aksi tersebut berkaitan dengan rencana restock kartu Pokémon terbaru yang tengah diburu kolektor. Sejumlah penggemar bahkan sudah mengantre di luar toko sejak malam sebelumnya.
Aksi terbongkar lewat kamera pengawas
Karyawan toko pertama kali menyadari kejanggalan saat memantau siaran langsung kamera pengawas. Mereka melihat pergerakan seseorang di dalam toko yang seharusnya sudah kosong.
Merasa ada yang tidak beres, pihak toko segera menghubungi kepolisian setempat.
Tak lama setelah pukul 01.00 dini hari, petugas datang dan masuk ke lokasi dengan bantuan akses dari karyawan.
Ditangkap tanpa perlawanan
Polisi menemukan Keys masih berada di dalam toko. Ia tidak melakukan perlawanan saat petugas mengamankannya.
Penyelidikan awal tidak menemukan tanda-tanda pembobolan atau upaya masuk paksa. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa Keys sengaja bersembunyi sebelum toko ditutup.
Diduga ingin ungguli pembeli lain
Menurut keterangan saksi, Keys kemungkinan besar ingin mendapatkan kartu Pokémon lebih dulu dibandingkan pembeli lain yang mengantre di luar.
Restock yang ditunggu-tunggu tersebut diduga berkaitan dengan paket kartu terbaru yang tengah populer di kalangan kolektor. Tingginya permintaan membuat produk ini cepat habis setiap kali tersedia.
Fenomena kartu Pokémon bernilai tinggi
Demam kartu Pokémon bukan sekadar tren biasa. Beberapa kartu langka bahkan bisa terjual dengan harga fantastis, mencapai jutaan dolar AS di pasar koleksi internasional.
Nilai ekonomi yang tinggi ini mendorong sebagian orang mengambil langkah nekat demi mendapatkan akses lebih awal termasuk dengan cara melanggar hukum, seperti yang terjadi dalam kasus ini.
Kasus ini menunjukkan bagaimana tingginya minat terhadap barang koleksi dapat memicu tindakan ekstrem.
Di sisi lain, insiden tersebut juga menjadi pengingat bahwa ambisi tanpa batas bisa berujung pada konsekuensi hukum yang serius.


















