PEMALANG Liputan24times– Sebuah kabar duka menyelimuti warga Dukuh Limbangan, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Seorang remaja laki-laki, Mohamad Akil bin Susah (18), ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh pada Rabu (19/11/2025) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, dan diduga kuat akibat tersengat listrik tegangan tinggi.
Peristiwa tragis ini terjadi di kebun milik H. Arun Rosid di Dukuh Limbangan RT 004 RW 001. Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, seorang rekan korban, Wawan Setiawan (28), yang berasal dari alamat yang sama dengan korban di Dukuh Mijen RT 032 RW 08, Desa Walangsanga, dilaporkan selamat dari insiden tersebut.

Penemuan jenazah Mohamad Akil (MD) bermula sekitar pukul 09.30 WIB ketika warga sekitar melihat adanya kejadian tersebut dan segera melaporkannya kepada perangkat desa setempat. Perangkat desa kemudian meneruskan informasi ini kepada Kapolsek Moga melalui sambungan telepon.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Moga bersama tim piket jaga segera berkoordinasi dengan Petugas Puskesmas Banyumudal untuk memastikan kebenaran informasi dan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian (TKP).

Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh dr. Sugiyarto, Kepala Puskesmas Banyumudal, menunjukkan adanya luka bakar di beberapa bagian tubuh korban. Pemeriksaan menemukan luka bakar di jari tangan sebelah kanan serta luka bakar di kaki sebelah kanan dan kiri. Temuan ini memperkuat dugaan awal bahwa korban meninggal dunia akibat tersengat arus listrik bertegangan tinggi.
Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari Petugas Polsek Moga, Bhabinsa Koramil 10 Moga, Petugas PLN, Perangkat Desa Plakaran, Perangkat Desa Walangsanga, dan warga masyarakat segera mendatangi TKP, Guna Melakukan pemeriksaan awal dan pengamanan lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi, selanjutnya Menghubungi pihak medis untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS. Muhammadiyah Moga Pemalang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai takdir dan musibah, yang dibuktikan dengan surat pernyataan resmi.
Pihak kepolisian masih terus mendalami bagaimana kabel listrik tegangan tinggi dapat menyebabkan sengatan fatal di area kebun cengkeh tersebut, meskipun keluarga korban sudah mengikhlaskan kejadian ini.



















