banner 728x250

Rizal Bawazier Pastikan: Jalingkut Pekalongan Resmi Masuk Blueprint Bappenas,

  • Bagikan
banner 468x60

PEKALONGAN Liputan24times– Masyarakat Pantai Utara (Pantura) dapat bernapas lega. Rencana pembangunan Jalur Lingkar Utama (Jalingkut) atau Jalur Lingkar Utara di wilayah Pekalongan telah resmi masuk dalam perencanaan nasional dan blueprint Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Proyek strategis ini didorong sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kemacetan kronis dan tantangan lalu lintas di kawasan perkotaan Pekalongan.
Keseriusan Pemerintah Pusat Terlihat Jelas
Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, mengonfirmasi keseriusan pemerintah pusat usai berdialog dengan pemangku kepentingan setempat. Menurutnya, proyek ini tidak hanya wacana, tetapi sudah dimasukkan dalam perencanaan pendanaan.
“Untuk jalur lingkar utama, planning-nya sudah ada. Sekarang yang sedang kita dalami adalah kapan pelaksanaannya dimulai, apakah di Tahun 2029 atau 2030. Jadi rencana itu sudah masuk dalam blueprint Bappenas,” jelas Rizal.

Example 300x600

Rizal menyoroti bahwa tujuan utama pembangunan ini adalah menggantikan tindakan sementara seperti pembatasan truk bersumbu tiga yang saat ini berlaku di dalam Kota Pekalongan.
“Tindakan pembatasan truk ini sebenarnya sementara. Cuma sementaranya lama, bisa dua atau tiga tahun. Tapi tujuannya jelas, yaitu menunggu Jalur Lingkar Utara terealisasi. Itu solusi paling penting,” tegasnya.

Jalur Lingkar Utara ini direncanakan membentang di wilayah tengah Pantura, menghubungkan tiga wilayah strategis, mulai dari perbatasan Pemalang, Kabupaten Pekalongan, hingga ke Kabupaten Batang.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas Pantura, menjadikan Pekalongan sebagai simpul penting antara Semarang dan Tegal. Mengenai pendanaan, Rizal memastikan telah masuk dalam perencanaan Bappenas, dan tinggal menunggu kajian dana tambahan jika diperlukan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan, M. Restu Hidayat, menyambut gembira rencana ini. Ia meyakini Jalingkut akan menjadi “game changer” bagi Kota Pekalongan.
“Kalau Jalur Lingkar Utara terealisasi, arus kendaraan berat bisa langsung dialihkan ke jalur tol, sehingga lalu lintas di dalam kota lebih tertib, aman, dan lancar,” ungkap Restu.

Pihaknya berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Restu berharap pembangunan ini segera terealisasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Pantura, terutama Pekalongan sebagai kota perdagangan dan industri kreatif.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *