Liputan24Times — Nvidia mulai menunjukkan potensi besar superchip RTX Spark lewat serangkaian pengujian pada laptop prototipe terbarunya.
Chip ini dirancang untuk menggabungkan kemampuan AI tingkat tinggi, efisiensi daya, dan performa gaming dalam satu perangkat.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan Tom’s Guide, laptop berbasis RTX Spark mampu menjalankan berbagai tugas berat dengan lancar, bahkan saat tidak terhubung ke sumber listrik.
Dalam pengolahan video menggunakan Adobe Premiere Pro, performanya diklaim hingga dua kali lebih cepat untuk pekerjaan yang melibatkan fitur AI.
Kemampuan grafisnya juga menarik perhatian. Laptop tersebut mampu menjalankan Unreal Engine 5 untuk memuat lingkungan 3D kompleks tanpa hambatan.
Di sektor gaming, RTX Spark sukses memainkan game AAA seperti Alan Wake 2 dan Pragmata dengan kualitas visual tinggi dan performa yang diperkirakan menembus lebih dari 100 fps berkat dukungan teknologi DLSS 4.5.
Tak hanya unggul di produktivitas dan gaming, RTX Spark juga membawa fitur Agentic AI yang memungkinkan kecerdasan buatan menjalankan berbagai tugas secara lebih mandiri di dalam sistem.
Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa RTX Spark berpotensi menjadi pesaing kuat MacBook, terutama bagi pengguna yang membutuhkan performa AI, produktivitas kreatif, dan gaming dalam satu laptop tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai.



















