banner 728x250

Satu Pendaki Gunung Slamet Masih Hilang, Forkopimda Pemalang Turun Langsung Pantau Pencarian

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG, Liputan24tins– Upaya pencarian terhadap pendaki yang hilang di jalur pendakian Gunung Slamet terus diintensifkan. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pemalang melakukan monitoring langsung ke Posko Pencarian di Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, pada Kamis (1/1/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan proses evakuasi dan penyisiran berjalan maksimal.

Example 300x600

Hadir dalam peninjauan tersebut Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, serta jajaran pejabat daerah lainnya.

Peristiwa bermula saat dua pendaki asal Magelang, Himawan Choidar Bahan dan Syafiq Ridhan Ali Razan, melakukan registrasi pendakian cepat atau tektok pada Sabtu (27/12/2025) malam. Mereka dijadwalkan kembali pada Minggu sore, namun hingga malam hari keduanya tak kunjung turun.

Pihak pengelola Basecamp Dipajaya sempat mengirim tim porter untuk pengecekan awal sebelum akhirnya Tim SAR gabungan diterjunkan secara resmi pada Senin (29/12).
Hasilnya, pada Selasa (30/12) pagi, satu pendaki atas nama Himawan berhasil ditemukan di area antara Pos 9 dan puncak dalam kondisi lemas serta hipotermia. Namun, rekannya, Syafiq Ridhan, hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan Basarnas, PMI, dan relawan.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh relawan yang bertaruh nyawa di medan pendakian yang berat.
“Kami akan terus mengawal proses pencarian ini. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan standar keamanan pendakian di Gunung Slamet semakin ditingkatkan, sehingga para pendaki merasa lebih aman,” ujar Bupati Anom.

Senada dengan Bupati, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif menekankan pentingnya ketelitian dalam operasi SAR ini.
“Secara SOP sudah berjalan, namun kita harus meningkatkan kewaspadaan karena ini menyangkut nyawa manusia. Kami mohon doa dari masyarakat agar saudara Syafiq segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tuturnya.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menambahkan bahwa koordinasi di lapangan sangat krusial mengingat faktor waktu. “Kita berpacu dengan waktu di lapangan. Terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat, semoga upaya maksimal ini membuahkan hasil terbaik,” kata Kapolres.
Sebagai bentuk dukungan moral dan operasional, rombongan Forkopimda juga menyerahkan santunan bagi para relawan, warga, serta pengelola basecamp yang telah bersiaga penuh dalam misi kemanusiaan ini.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban. Cuaca dan medan yang ekstrem di Gunung Slamet menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh tim di lapangan.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *