PEMALANG, Liputan24times– Suasana bahagia menyelimuti keluarga besar MTs Negeri 3 Pemalang. Sebanyak 84 siswa-siswi madrasah tersebut dinyatakan lulus dan merayakannya melalui acara tasyakuran yang digelar secara sederhana di halaman sekolah, Selasa (2/6/2026).
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan ini mutlak direncanakan, didanai, dan dikelola oleh jajaran komite bersama wali murid, tanpa melibatkan pihak sekolah secara langsung.
Ketua Komite MTsN 3 Pemalang, Aminudin Khan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan buah dari hasil musyawarah dan kesepakatan bersama yang telah dirancang sejak enam bulan lalu.
”Alhamdulillah, 6 bulan kemarin kita rembukan bersama wali murid berkaitan dengan tasyakuran kelulusan siswa-siswi MTs Negeri 3 Pemalang dengan jumlah 84 anak. Kegiatan ini mutlak ditangani ketua komite dan wali murid, jadi guru tinggal hadir sebagai undangan,” ujar Aminudin saat ditemui di sela-sela acara.

Transparansi Anggaran: Sisa Dana Dikembalikan ke Wali Murid
Aminudin menekankan bahwa sumbangan yang diberikan oleh wali murid bersifat sukarela tanpa ada unsur paksaan. Karena acara dikonsep secara sederhana, terdapat sisa anggaran dari total biaya Rp250.000 yang disepakati per siswa. Dari jumlah tersebut, Rp100.000 dialokasikan untuk pembenahan dan perbaikan fasilitas penunjang belajar siswa.
”Kemarin ada sisa anggaran, dan alhamdulillah langsung kami kembalikan kepada wali murid sebesar Rp100.000. Jadi dana yang murni digunakan untuk kegiatan hari ini sebesar Rp250.000, sedangkan yang Rp100.000 dikembalikan dan digunakan untuk memfasilitasi perbaikan serta pembenahan laptop dan sebagainya untuk menunjang kegiatan putra-putri MTsN 3 Pemalang,” tuturnya secara transparan.
Ia juga menegaskan tidak ada satu pun wali murid yang keberatan dengan adanya kegiatan ini karena semuanya sudah disepakati dalam berita acara resmi.

12 Tahun Mengabdi dan Alasan Memilih MTsN 3 Pemalang
Aminudin Khan, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Pemalang selama dua periode, diketahui telah dipercaya memimpin Komite MTsN 3 Pemalang selama hampir 12 tahun. Bahkan saat ini, ia juga berstatus sebagai wali murid dari siswa kelas 7 di madrasah tersebut.
Saat ditanya mengenai keunggulan menyekolahkan anak di MTsN 3 Pemalang, pria yang ramah ini menyebutkan faktor keseimbangan antara pendidikan umum dan agama menjadi alasan utama. Selain itu, lokasi madrasah yang strategis di wilayah selatan juga menjadi daya tarik tersendiri.
”Secara umum, di sini kita tidak meninggalkan pendidikan keagamaan. Mitra kami juga ada MI Negeri 3 Pemalang. Jadi, ini satu-satunya madrasah negeri di wilayah Pemalang Selatan, kebetulan posisinya di Desa Pulosari, Dukuh Karangpoh,” pungkasnya.
Ke depan, pihak komite berharap sinergi antara wali murid dan sekolah dapat terus ditingkatkan demi kemajuan fasilitas serta mutu pendidikan putra-putri di MTs Negeri 3 Pemalang.



















