PEMALANG, Liputan24tims– Pagi yang cerah di Dukuh Krajan, Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, berubah menjadi momentum penuh kebersamaan. Ratusan warga tumpah ruah memenuhi area Masjid Baitul Iqdam untuk melaksanakan kerja bakti pengecoran lantai dua bangunan bagian depan, Minggu (18/1/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang menyejukkan. Tidak hanya kaum pria, para wanita hingga remaja turut ambil bagian dalam aksi sosial ini. Mereka berbagi peran secara estafet, mencerminkan kekompakan dan kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan tempat ibadah di lingkungan mereka.
Simbol Kebangkitan Setelah Satu Tahun
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Iqdam, Surino, yang juga dikenal sebagai tokoh pemuda setempat, menjelaskan bahwa pengecoran ini merupakan tahap kedua dari rangkaian pembangunan besar masjid tersebut.
”Ini adalah pengecoran skala besar yang kedua. Sebelumnya, kami sudah menyelesaikan pengecoran bangunan bagian belakang. Hari ini, fokus kami adalah lantai dua untuk bangunan bagian depan,” ujar Surino di sela-sela kesibukannya memantau pekerjaan.
Surino menambahkan bahwa momen ini terasa sangat spesial karena proses pembangunan sempat terjeda selama satu tahun. Hari ini menjadi titik balik bagi warga untuk kembali bersinergi merampungkan rumah ibadah kebanggaan mereka.
Apresiasi untuk Warga dan Donatur
Melihat antusiasme warga yang luar biasa, Surino menyampaikan rasa haru dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Menurutnya, tenaga dan waktu yang disumbangkan warga adalah modal utama berjalannya pembangunan ini.
”Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang sudah mau menyempatkan waktu dan tenaganya. Antusiasme ini adalah bukti bahwa semangat guyub rukun di Desa Lodaya masih sangat kental,” tuturnya.
Tak lupa, pihak panitia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya. Dukungan yang mengalir tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga material bangunan hingga logistik makanan untuk warga yang bekerja bakti.
”Kepada seluruh donatur, baik yang membantu berupa materi, bahan bangunan, hingga makanan, kami atas nama panitia dan warga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sekecil apa pun yang diberikan, semoga Allah SWT menggantinya dengan pahala yang berlipat ganda,” pungkas Surino.
Pembangunan Masjid Baitul Iqdam ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana ibadah secara fisik, tetapi juga menjadi simbol pemersatu bagi warga Dukuh Krajan dan Desa Lodaya secara keseluruhan.




















