PEMALANG – Dalam upaya pemberantasan hama tikus yang kerap mengganggu pertanian, Bintara Pembina Desa (Babinsa) bersama petani Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang melaksanakan berbagai metode untuk memberantas hama tikus di sawah. Beberapa metode yang diterapkan terbukti efektif dalam menanggulangi masalah ini.
Di antara metode yang dilakukan adalah penggunaan kompor tikus, racun tikus, dan petasan tikus. Kompor tikus digunakan untuk mengusir tikus dari area perkebunan dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan. Sementara itu, racun tikus berfungsi untuk menurunkan populasi tikus yang sudah ada di lahan pertanian. Petasan tikus yang diledakkan di sekitar area persawahan berfungsi untuk menciptakan kegaduhan, sehingga mengganggu habitat dan perilaku tikus.
Kerja sama antara Babinsa, petani, dan pihak terkait, seperti Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Randudongkal, turut mendukung keberhasilan dalam pemberantasan hama tikus ini. Dengan melibatkan berbagai pihak, upaya pemberantasan hama tikus dilakukan dengan lebih terencana dan efisien. Sekitar 60 warga tani desa Semingkir juga hadir dalam acara ini, menunjukkan kesadaran kolektif dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh para penggarap lahan.
Diharapkan bahwa dengan adanya kegiatan pemberantasan hama tikus ini, produksi pertanian di wilayah tersebut dapat meningkat secara signifikan. Berkurangnya populasi tikus di sawah diharapkan memudahkan petani dalam menjaga tanaman mereka dan mengurangi kerugian akibat serangan hama. Hal ini tentu berdampak positif pada kesejahteraan petani dan masyarakat setempat secara keseluruhan.
Kapten Arm Eko Budiharjo, Danramil 08/Randudongkal, Minggu (27/4/2025) menyampaikan, “Kerja sama antara Babinsa dan petani dalam pemberantasan hama tikus di sawah merupakan contoh nyata dari sinergi antara pihak militer dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal. Dengan langkah-langkah yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak terkait, diharapkan masalah hama tikus dapat berhasil diatasi dan produksi pertanian dapat meningkat. Semoga keberhasilan dalam pemberantasan hama tikus ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengatasi masalah serupa.” ungkapnya.
Dengan semangat kolaborasi dan strategi yang efektif, diharapkan permasalahan hama tikus dapat teratasi dengan baik, menjadikan lahan pertanian di Pemalang lebih produktif dan menguntungkan bagi para petani




















