banner 728x250

Ubah Mustahik Jadi Muzakki: Sinergi Pemkab Pemalang, Kemenag, dan Ansor Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG Liputan24times– Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan PC GP Ansor resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Rabu (7/1/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata menekan angka kemiskinan di Pemalang melalui penguatan sektor UMKM.

Peresmian program tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, bersama Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Hadir pula Kepala Kemenag Pemalang Sarif Hidayat dan Ketua PCNU Pemalang Abu Joharudin Bahry.

Example 300x600

Transformasi Ekonomi: Dari Penerima Menjadi Pemberi

Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, menegaskan bahwa orientasi Kemenag ke depan adalah membangun ekonomi keumatan yang kolaboratif. Dengan menggandeng Baznas dan pihak terkait, program ini menargetkan perubahan status ekonomi masyarakat.
“Tujuan besarnya adalah mendorong agar para mustahik (penerima zakat) di Pemalang bisa naik kelas menjadi muzakki (pemberi zakat). Inilah bentuk kehadiran negara dan agama di tengah masyarakat untuk membangun kesejahteraan,” ujar Saiful.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi ini akan dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari optimalisasi zakat di Baznas hingga wakaf produktif yang dikelola sesuai regulasi.

Menekan Angka Kemiskinan 13 Persen

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, visi Kemenag sejalan dengan agenda prioritas Pemkab Pemalang dalam menciptakan kemandirian ekonomi. Anom mengungkapkan fakta bahwa angka kemiskinan di Pemalang saat ini masih menyentuh 13 persen, angka yang tergolong tinggi dibanding rata-rata provinsi maupun nasional yang berada di kisaran 9 persen.
“Kemandirian adalah syarat mutlak agar masyarakat kita keluar dari jerat kemiskinan. Kami sangat antusias karena tanggung jawab ini ada di pundak kita semua, baik pemerintah maupun organisasi seperti Ansor dan NU,” tegas Anom.
Pemerintah Kabupaten berencana mereplikasi model pemberdayaan ini ke wilayah lain di Pemalang yang memiliki angka kemiskinan serupa.

‘Pesugihan Bersyariat’ dan Bantuan Ternak

Sementara itu, Kepala Kemenag Pemalang, Sarif Hidayat, menjelaskan strategi unik dalam pendampingan UMKM. Selain memberikan bantuan finansial, pihaknya menerjunkan penyuluh dari KUA untuk memberikan edukasi mengenai tata cara berdagang yang berkah dan sesuai syariat.
“Kami memberikan tips berdagang yang baik atau yang kami istilahkan sebagai ‘pesugihan bersyariat’. Artinya, mencari kekayaan dengan cara-cara yang dibenarkan agama agar hasilnya membawa keberkahan,” jelas Sarif.

Sebagai langkah konkret awal, dalam acara tersebut dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab, Kemenag, dan PC GP Ansor. Selain itu, diserahkan pula bantuan berupa 100 ekor kambing kepada PC GP Ansor untuk dikelola secara produktif oleh para kader dan masyarakat sekitar.
Melalui bantuan ternak dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan sektor ekonomi akar rumput di pelosok Pemalang dapat bergerak lebih cepat dan mandiri.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *