PEMALANG Liputan24times– Pemerintah Kabupaten Pemalang menyatakan bahwa strategi promosi pariwisata daerah harus bertransformasi dari metode konvensional ke pendekatan yang lebih modern dan digital. Figur Duta Wisata dinilai sebagai ujung tombak utama dalam perubahan ini.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Pemalang, Nurkholes, saat menghadiri Malam Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pemalang Tahun 2025 di RGP Convention Center, Rabu (19/11/2025) malam.
Kapasitas dan Komitmen Duta Wisata
Dalam sambutannya, Wabup Nurkholes memberikan apresiasi tinggi kepada para finalis yang telah menunjukkan kapasitas dan integritas mereka. Ia menyebut pencapaian di malam final sebagai bukti bahwa para peserta memiliki karakter dan komitmen untuk memajukan pariwisata daerah.
Wabup Nurkholes menegaskan bahwa potensi wisata Pemalang, seberapa pun besarnya, tidak akan memiliki nilai tambah yang signifikan jika tidak didukung oleh promosi yang kuat, modern, dan berkelanjutan. Hal ini mengingat dinamika pariwisata yang semakin kompetitif di era digital.
“Promosi daerah tidak lagi bisa dilakukan secara konvensional. Kita membutuhkan figur muda yang kreatif, inovatif, komunikatif, serta memahami nilai-nilai kearifan lokal,” tegas Nurkholes.
Menurut Nurkholes, peran Mas dan Mbak Duta Wisata saat ini telah melampaui sekadar tampil di atas panggung. Mereka mengemban tugas yang jauh lebih penting sebagai “influencer daerah” yang aktif.
Peran ini menuntut Duta Wisata untuk secara konsisten memperkenalkan Pemalang melalui narasi positif, baik secara langsung maupun melalui platform digital, yang kini menjadi sarana utama komunikasi publik.
“Mereka bukan hanya bertugas tampil di atas panggung, tetapi juga menjadi influencer daerah yang bergerak aktif memperkenalkan Pemalang melalui narasi positif, baik secara langsung maupun melalui platform digital,” ungkapnya, menyoroti pentingnya keahlian komunikasi di media sosial.
Sementara itu, Kepala Disparpora Kabupaten Pemalang, Dian Ika Siswanti, mendukung pandangan Wabup, menekankan bahwa Duta Wisata yang dicari adalah mereka yang memiliki pemahaman luas tentang pariwisata dan berakhlak baik.
“Kita membutuhkan Duta Wisata yang paham betul tentang pariwisata dan juga harus mempunyai akhlak yang baik, mempunyai kecerdasan, serta pengetahuan yang luas khususnya pariwisata,” ujarnya.
Pemilihan Duta Wisata tahun ini akhirnya menobatkan Aghni Istihadul Ahbab (SMKN 1 Randudongkal) dan Galo Prasasti (SMAN 1 Randudongkal) sebagai Juara I.
Kehadiran Duta Wisata baru ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi Pemkab Pemalang dalam mewujudkan strategi pariwisata digital yang modern dan efektif.




















