Liputan24Times — WhatsApp mulai menghapus fitur Avatar dari aplikasinya, meskipun fitur tersebut baru diperkenalkan beberapa tahun lalu.
Perusahaan kini secara bertahap mencabut berbagai akses terkait Avatar, baik di perangkat Android maupun iOS.
Laporan dari WABetaInfo mengungkap bahwa WhatsApp telah menghilangkan sejumlah elemen Avatar, termasuk dari menu pengaturan (Settings), halaman informasi profil, hingga pintasan di keyboard.
Langkah ini menunjukkan bahwa platform tersebut tengah merombak pengalaman pengguna dengan mengurangi fitur yang dinilai kurang relevan.
Pantauan terbaru menunjukkan bahwa pengguna Android dengan versi tertentu sudah tidak lagi menemukan opsi Avatar di dalam aplikasi.
Meski demikian, sebagian pengguna di versi lain atau perangkat iOS kemungkinan masih bisa mengakses fitur ini untuk sementara waktu.
WhatsApp menjalankan proses penghapusan ini secara bertahap. Artinya, tidak semua pengguna langsung kehilangan fitur tersebut dalam waktu yang sama.
Perusahaan telah memulai langkah ini sejak beberapa bulan lalu, dan kini memperluas jangkauannya ke lebih banyak pengguna.
Setelah proses ini selesai, pengguna tidak lagi dapat membuat, mengedit, atau menampilkan Avatar sebagai bagian dari profil mereka.
Akses menuju fitur tersebut juga akan sepenuhnya dihapus dari menu aplikasi.
Meski WhatsApp menghentikan fitur utamanya, pengguna tetap bisa menggunakan stiker Avatar yang sebelumnya telah mereka buat atau simpan.
Sistem masih menyimpan stiker tersebut di bagian “Recent Stickers” atau “Favorites”, selama pengguna pernah menggunakannya dalam percakapan.
WhatsApp pertama kali memperkenalkan Avatar secara global pada akhir 2022. Saat itu, fitur ini memungkinkan pengguna menciptakan representasi digital diri dengan menyesuaikan berbagai elemen, seperti bentuk wajah, gaya rambut, pakaian, hingga latar belakang.
Pengguna juga bisa menampilkan Avatar berdampingan dengan foto profil, lengkap dengan animasi transisi.
Kini, dengan langkah penghentian ini, WhatsApp tampaknya mengalihkan fokusnya ke fitur lain yang dianggap lebih relevan bagi kebutuhan komunikasi pengguna.



















