xAI Luncurkan Grok Build, Asisten Coding AI Berbasis Terminal Penantang Claude

  • Bagikan
banner 468x60

Liputan24Times — xAI resmi memperkenalkan Grok Build, asisten coding berbasis kecerdasan buatan yang disiapkan untuk menantang dominasi Claude Code milik Anthropic.

Perusahaan AI besutan Elon Musk itu menghadirkan tools baru yang fokus membantu developer profesional menangani proyek coding kompleks langsung melalui terminal.

Example 300x600

Berbeda dari layanan AI coding lain yang mengandalkan tampilan grafis, Grok Build berjalan lewat command line interface (CLI).

xAI merancang sistem ini agar developer bisa bekerja lebih cepat, ringan, dan fleksibel tanpa meninggalkan lingkungan kerja terminal.

Saat ini, Grok Build masih memasuki tahap beta dan hanya tersedia untuk pelanggan SuperGrok Heavy dengan biaya langganan sekitar 300 dollar AS per bulan atau setara Rp 5 jutaan.

Grok Build membawa sejumlah fitur unggulan, termasuk mode perencanaan yang memungkinkan pengguna memeriksa serta mengedit langkah kerja AI sebelum sistem mengeksekusi perintah.

Fitur tersebut membantu developer menjaga alur coding tetap aman dan terkontrol.

xAI juga membekali Grok Build dengan kemampuan menjalankan beberapa sub-agen secara paralel.

Sistem ini memanfaatkan integrasi Git sehingga tiap agen dapat bekerja di ruang terpisah tanpa mengganggu file utama proyek.

Selain itu, Grok Build mampu mengenali struktur proyek secara otomatis, mulai dari bahasa pemrograman, susunan folder, hingga file penting yang digunakan developer.

Kemampuan tersebut membuat AI dapat memahami konteks pekerjaan tanpa perlu konfigurasi tambahan.

Tools ini turut mendukung plugin, hook, serta Model Context Protocol (MCP) agar bisa terhubung dengan berbagai sumber data maupun workflow developer yang sudah ada sebelumnya.

Melalui Grok Build, xAI berusaha mengejar OpenAI dan Anthropic di sektor AI untuk coding.

Elon Musk sebelumnya mengakui bahwa xAI masih tertinggal dalam pengembangan AI pemrograman dibanding para pesaingnya.

xAI memastikan Grok Build akan terus berkembang selama masa beta melalui masukan pengguna.

Developer juga bisa langsung mengirim laporan bug lewat terminal untuk membantu penyempurnaan sistem di masa mendatang.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *