Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengadakan kegiatan “Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” pada Selasa, 10 Juni 2025. Bertempat di Lapangan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng, acara ini bertujuan untuk menyatukan arah kepemimpinan dan memperkuat kolaborasi antar pemangku kebijakan di daerah.
Peserta dan Tujuan Retret
Sebanyak 438 peserta mengikuti serangkaian acara dengan antusias. Mereka terdiri dari wakil bupati/wali kota, kepala OPD, direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, merinci bahwa peserta termasuk 35 wakil kepala daerah dan 298 pejabat administrator.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menyiapkan pemimpin yang humanis dan responsif dalam aspek geopolitik, pelayanan publik, maupun stabilitas keamanan daerah. Penekanan juga diberikan pada nilai-nilai integritas dan akuntabilitas untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berpihak pada publik.
Kurikulum dan Narasumber Berkelas Nasional
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ini ditandai dengan pemukulan gong dan penyematan tanda peserta secara simbolis. Kurikulum retret dirancang bersama Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional) dan menghadirkan pemateri nasional dari berbagai instansi, di antaranya Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK RI, Kejaksaan Tinggi, tokoh agama, hingga widyaiswara BPSDMD Jateng.
Pesan Gubernur Luthfi: Sinergi untuk Jawa Tengah yang Maju
Dalam sambutannya, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa membangun Jawa Tengah tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi. “Tidak boleh ada ego sektoral. Tapi di situ ada napas kebersamaan dalam rangka membangun Jawa Tengah,” tegasnya.
Menurut Luthfi, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata integrasi program di Jawa Tengah dengan Asta Cita Presiden RI, yang tidak hanya disampaikan dalam materi, tetapi juga diwujudkan melalui aksi konkret di lapangan. Ia menambahkan, Pemprov Jateng mencanangkan 136 program yang selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PTHC) Asta Cita Presiden RI.
Pemenuhan Kompetensi ASN dan Menuju Indonesia Emas 2045
Retret ini juga menjadi bagian dari pemenuhan pengembangan kompetensi ASN, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2017. “Untuk eselon 2 dan 3, pelatihan ini sudah mencakup 36 jam pelajaran. Artinya, secara tidak langsung, otomatis, profesionalisme, dan merit sistem terkait dengan kepegawaian, terpenuhi,” jelas Luthfi. Ia berharap, langkah ini akan menjadikan Jawa Tengah lebih maju dan berkelanjutan, menuju Indonesia Emas 2045.
Kesan Peserta: Membangun dengan Kekompakan
Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, mengungkapkan kebanggaannya bisa mengikuti kegiatan ini. “Ini tentunya membanggakan sekali saya hadir pada acara manunggal leadership retret, harapannya ini menjadikan kerja sama antara pemerintah provinsi dengan pemerintah daerah Kabupaten/Kota sehingga kami diundang di sini dalam rangka kesatuan dan guyub untuk membangun Jateng,” ungkapnya.
Nurkholes juga terkesan dengan penyampaian materi dari Gubernur Luthfi yang humoris dan tanpa sekat antara pemimpin dan yang dipimpin. Ia menyimpulkan bahwa banyak hal yang bisa diterapkan di Kabupaten Pemalang, menekankan bahwa membangun tidak perlu “gagah-gagahan” tetapi membutuhkan kekompakan, kesatuan, dan keguyuban masyarakat. Nurkholes berharap, kegiatan serupa dapat diadakan di Kabupaten Pemalang agar kepala daerah, OPD, dan kepala desa dapat memiliki frekuensi yang sama dalam membangun daerahnya.



















