PEMALANG – Panti Pelayanan Sosial (PPS) Bojongbata Pemalang menandai peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 dengan sebuah lompatan besar. Tidak sekadar seremoni, momentum ini dirangkaikan dengan peluncuran inovasi layanan digital bertajuk “Lentera Bojongbata” yang digelar di aula panti pada Jumat (5/6/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengoptimalkan mutu pelayanan sosial bagi kaum lansia di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, yang hadir dalam acara tersebut mengingatkan kembali esensi kepedulian terhadap sesama, utamanya kepada orang tua, lansia, dan warga telantar. Ia mengibaratkan kehidupan sebagai sebuah siklus yang harus dijalani dengan semangat saling mempermudah, persis seperti ketulusan orang tua saat membesarkan anak-anak mereka.”Pemerintah wajib hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang memerlukan perhatian khusus. Melalui inovasi layanan, kita berharap respons terhadap kebutuhan warga dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tegas Imam.
Imam juga mengajak masyarakat luas untuk lebih bijak dalam mempersiapkan masa depan dan urusan domestik keluarga agar tidak memicu persoalan sosial di kemudian hari. Ia pun mengapresiasi hadirnya “Lentera Bojongbata” yang diharapkan mampu mendongkrak kualitas pelayanan sosial, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Pemalang dan sekitarnya.
Sementara itu, Kepala PPS Bojongbata, Sri Kusumaningrum, menjelaskan bahwa perayaan puncak HLUN tahun ini merupakan muara dari serangkaian kegiatan yang sudah dicicil sejak beberapa waktu lalu. Sebelumnya, pihak panti telah menyelenggarakan berbagai perlombaan interaktif demi memantik kebahagiaan dan semangat hidup para lansia binaan.
Terkait inovasi yang diluncurkan, Sri membeberkan bahwa “Lentera Bojongbata” adalah wujud digitalisasi sistem pengaduan.
”Hari ini adalah puncak acara, sekaligus peresmian inovasi Lentera Bojongbata. Ini merupakan sistem pelaporan lansia telantar yang semula dikelola secara konvensional, kini telah bertransformasi penuh ke dalam basis digital,” urai Sri.
Selain meluncurkan aplikasi digital, PPS Bojongbata juga meresmikan fasilitas baru bernama Balai Pralaya. Fasilitas yang difungsikan sebagai ruang jenazah khusus lansia telantar ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terakhir yang layak. Sri menegaskan, kehadiran balai ini adalah komitmen panti dalam memanusiakan manusia di dalam ekosistem pelayanan sosial.
Melalui integrasi teknologi dan penyediaan fasilitas yang humanis, Sri berharap gaung acara ini bisa mengetuk pintu hati masyarakat agar lebih peduli terhadap nasib para lansia. PPS Bojongbata pun memantapkan langkah untuk terus menyajikan pelayanan yang tidak hanya optimal, tetapi juga menjaga martabat para orang tua di masa senja mereka.



















