PEMALANG, Liputan24times – Kebahagiaan dan rasa syukur tengah menyelimuti para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Alun-Alun Moga, Kabupaten Pemalang. Sebagai wujud syukur atas rampungnya revitalisasi pusat kegiatan masyarakat tersebut, para pedagang menggelar acara tasyakuran dan pemotongan tumpeng pada Selasa malam (30/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Alun-Alun Moga ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram. Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, acara ini secara khusus didedikasikan sebagai bentuk apresiasi kepada Gus Haris Jayantaka (GHJ), sosok inisiator sekaligus donatur utama yang mengawal perubahan wajah Alun-Alun Moga hingga ratusan juta rupiah.
Kini, setelah bersolek, Alun-Alun Moga bertransformasi menjadi magnet baru yang memikat daya tarik warga lokal maupun masyarakat dari luar kecamatan. Meningkatnya volume pengunjung ini pun berdampak langsung pada perputaran roda ekonomi para pedagang yang mengais rezeki di sekitarnya.
Ungkapan Terima Kasih dan Gelar Kehormatan
Perwakilan pelaku UMKM Alun-Alun Moga, Muhammad Amrizon, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung terwujudnya ruang publik yang representatif ini, termasuk kepada Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Camat Moga serta jajaran pengurus alun-alun.
Secara khusus, Amrizon menyematkan gelar kehormatan kepada Gus Haris Jayantaka atas kepedulian nyata yang telah diberikan kepada para pedagang kecil.
”Engkau adalah Bapak UMKM untuk kami,” ujar Amrizon emosional.
”Kami mengucapkan terima kasih atas segala perjuangan Gus Haris dalam mengubah wajah Alun-Alun Moga, serta kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan. Kami, selaku pelaku UMKM dan masyarakat Moga, benar-benar merasakan keberkahan dari langkah nyata ini. Dari Gus Haris, kami belajar arti ketulusan, keikhlasan, dan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain sebagaimana tersirat dalam Al-Qur’an Surah Al-Qasas ayat 84,” tambahnya.
Revitalisasi Tulus Tanpa Pamrih
Sementara itu, Gus Haris Jayantaka dalam sambutannya tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukur terdalamnya ke hadirat Allah SWT. Ia mengungkapkan bahwa dorongan untuk berbuat baik ini tidak lepas dari didikan kedua orang tuanya yang selalu menanamkan prinsip hidup agar senantiasa bermanfaat bagi sesama.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada sang istri yang selalu setia mendampingi dan mendoakan, serta putra-putrinya yang menjadi sumber semangat dalam setiap langkah sosial yang ia ambil.
Gus Haris menegaskan bahwa keterlibatannya dalam merenovasi Alun-Alun Moga didasari atas ketulusan dan keikhlasan total tanpa pamrih politik atau personal apa pun. Motif utamanya semata-mata ingin melihat tanah kelahirannya maju, indah, dan memiliki fondasi ekonomi kemasyarakatan yang kuat.
”Saat melihat para pedagang pulang dengan senyum riang karena dagangannya laris manis, dan melihat masyarakat tersenyum bahagia saat berada di Alun-Alun Moga, itu sudah menjadi hadiah yang paling indah dan tak ternilai bagi saya,” ungkap Gus Haris hangat.
Pesan untuk Menjaga Kebersihan dan Kualitas
Di akhir arahannya, tokoh yang akrab disapa GHJ ini menitipkan pesan penting kepada seluruh elemen masyarakat dan pedagang untuk bersama-sama merawat aset publik tersebut. Ia meminta agar faktor kebersihan, ketertiban, dan keamanan alun-alun dijaga secara swadaya.
”Mari kita jaga bersama agar kebermanfaatan Alun-Alun Moga ini bisa berlangsung sepanjang masa dan dapat terus dinikmati oleh anak cucu kita kelak,” pesannya.
Gus Haris juga membakar semangat para pelaku UMKM agar terus meningkatkan kualitas usahanya. Ia mengimbau para pedagang untuk selalu menyajikan kuliner yang higienis, memberikan pelayanan yang ramah, serta menata tempat berjualan agar terlihat menarik dan estetik.
”Semoga rezeki para pedagang semakin bertambah, penuh keberkahan, dan membawa manfaat baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya.






















