PEMALANG, Liputan24times— Pemerintah Kabupaten Pemalang memastikan penyesuaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 tidak akan mengganggu pelayanan dasar masyarakat. Skala prioritas tetap diarahkan untuk sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur mendesak.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, saat membacakan tanggapan eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang, Kamis (3/9/2026).
Langkah efisiensi ini terpaksa diambil lantaran terjadinya penurunan pendapatan daerah yang lumayan signifikan. Salah satu pemicu utamanya adalah penyusutan alokasi Dana Desa dari pemerintah pusat yang meloncat turun hingga Rp154,95 miliar—dari semula Rp231,76 miliar menjadi Rp76,81 miliar. Selain itu, beberapa target dari sektor pajak dan retribusi daerah tercatat belum mencapai target yang ditetapkan.
Guna menutup defisit tersebut, Pemkab Pemalang menempuh sejumlah langkah efisiensi. Salah satunya dengan merelokasi sebagian belanja modal pada sektor jalan, jaringan, dan irigasi untuk kebutuhan yang lebih mendesak.
”Pengalihan anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan tanah Puskesmas Jebed, Sekolah Rakyat, pengadaan tanah UPJI I Kecamatan Watukumpul, hingga pemeliharaan infrastruktur dasar serta peralatan kebinamargaan,” jelas Nurkholes.
Meski harus memperketat anggaran, sektor prioritas warga dipastikan aman. Di bidang pendidikan dan kesehatan, Pemkab Pemalang tetap mengalokasikan dana penanganan anak tidak sekolah, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, hingga masalah sanitasi.
Guna mendongkrak kembali Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah daerah akan mempercepat digitalisasi layanan, melakukan intensifikasi pajak dan retribusi, mengoptimalkan aset-aset daerah, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.
Nurkholes berharap pembahasan Raperda APBD Perubahan 2026 bersama legistatif dapat berjalan secara konstruktif dan terbuka. Dengan begitu, setiap alokasi anggaran yang ditetapkan benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Pemalang.

















