PEMALANG, Liputan24times— Pelayanan air bersih untuk masyarakat di wilayah perkotaan Pemalang dan sekitarnya mengalami kendala. Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang mencatat penurunan debit air secara signifikan pada lima sumber mata air utama sejak Juli hingga September 2026.
Lima sumber air yang terdampak penurunan debit tersebut meliputi Mata Air Telaga Gede, Moga, Ketuk, Santen, dan Pucung. Pasokan yang semula mampu menembus angka 120 liter per detik kini merosot hingga menyisakan sekitar 80 liter per detik.
Menyusutnya kapasitas produksi hingga 40 liter per detik ini berdampak langsung pada tekanan serta durasi pengaliran air ke rumah-rumah warga. Alhasil, pasokan air bersih ke pelanggan untuk sementara waktu belum bisa mengalir secara optimal selama 24 jam penuh.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang, Budi Harsudiono Seto Aji, mengungkapkan bahwa fenomena ini disebabkan oleh faktor alam akibat musim kemarau yang cukup panjang. Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf atas gangguan kenyamanan yang dialami para pelanggan.”Kondisi ini merupakan dampak faktor alam kemarau panjang yang berpengaruh langsung terhadap kapasitas produksi dan distribusi air kami. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini,” ujar Budi, Rabu (16/9/2026).
Budi menegaskan, tim teknis Perumda Tirta Mulia saat ini terus bersiaga melakukan pemantauan ketat serta merekayasa pengaturan distribusi di lapangan. Berbagai langkah taktis dijalankan agar pasokan air bersih tetap terbagi secara proporsional kepada masyarakat.
Guna menekan dampak gangguan, pihak manajemen mengimbau para pelanggan untuk mulai menerapkan perilaku hemat air. Warga disarankan segera menampung air secukupnya saat aliran sedang menyala serta memprioritaskan pemanfaatan air untuk kebutuhan pokok harian demi kelancaran bersama.

















