Boyong Nanas Madu hingga Tari Grombyang, Pemalang Curi Perhatian di Pawai Ta’aruf MTQ Jateng 2026

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

SEMARANG, Liputan24times.co.id— Pemerintah Kabupaten Pemalang unjuk gigi dalam Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 yang digelar di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). Rombongan Pemkab Pemalang tampil memikat dengan memboyong beragam kearifan lokal, mulai dari kesenian khas hingga produk unggulan daerah.

​Mengambil rute dari Balai Kota Semarang hingga area Kantor Gubernur Jawa Tengah, parade kemeriahan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Rangkaian pawai diikuti sebanyak 43 kontingen dari berbagai daerah dan lembaga yang menampilkan pakaian adat serta atraksi seni budaya Nusantara.

​Kabupaten Pemalang mencuri perhatian penonton melalui mobil hias berdesain nanas madu yang diiringi oleh penari Tari Grombyang dan barisan pelajar dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pemalang. Tidak hanya itu, deretan potensi daerah seperti sate loso, nasi grombyang, hingga kain sarung goyor khas Pemalang turut diperkenalkan kepada publik Jawa Tengah.

​Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan bahwa Pawai Ta’aruf ini bukan sekadar agenda seremoni pembuka, melainkan media penyebar pesan kedamaian.​”Pawai ini membawa pesan mendalam tentang nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama,” ujar Agustina dalam sambutannya.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Pemalang, Tarsidik, menyampaikan bahwa ajang MTQ Nasional XXXI ini dimanfaatkan secara optimal untuk mempromosikan identitas daerah Pemalang di tingkat provinsi.

​”Kami mengirimkan satu tim rombongan yang terdiri atas mobil hias, penari Grombyang, dan barisan pembawa identitas daerah dari MAN Pemalang,” kata Tarsidik di sela-sela acara.

​Ia menambahkan, konsep mobil hias berbasis nanas madu sengaja diusung guna menonjolkan komoditas perkebunan andalan Pemalang. Sementara Tari Grombyang disuguhkan sebagai wujud kebanggaan atas kekayaan seni tradisi daerah.

​”Melalui momentum ini, kami ingin menyosialisasikan potensi unggulan Pemalang, baik di sektor pertanian maupun kebudayaan, agar makin dikenal luas oleh masyarakat,” tuturnya.

​Keikutsertaan kontingen Pemalang dalam Pawai Ta’aruf ini diharapkan tidak hanya memeriahkan helatan MTQ Jawa Tengah 2026, tetapi juga memperkuat promosi kebudayaan dan ekonomi kreatif Kabupaten Pemalang.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *