PEMALANG Liputan24times– Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar aksi penanaman pohon secara massal, atau yang disebut “keroyokan,” melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan elemen masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan misi Pemalang “Hijau” dan “Apik” sebagai bagian dari delapan misi utama Bupati dan Wakil Bupati Pemalang, yakni Rhapsodi (Resik, Hijau, Apik, Peduli, Silaturahmi, Organisatoris, Digitalisasi, dan Ikhlas).
Pada Jumat (17/10/2025), ratusan pohon jenis Tabebuya ditanam serentak di dua lokasi strategis.
“Gerakan ini terus kita lakukan, setiap hari Jumat kita melakukan Jumat Bersih, dan sudah tiga minggu ini kita lakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan hijaunya Pemalang, yaitu dengan penanaman,” ujar Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesra, Tutuko Raharjo.
Tutuko Raharjo memimpin langsung penanaman di lokasi pertama, yaitu di ruas Jalan Lawangrejo Lingkar Selatan, di mana sebanyak 265 pohon Tabebuya aneka warna ditanam.
Sementara itu, penanaman di lokasi kedua, ruas Jalan Banjardawa – Penggarit, dipimpin oleh Kepala Bakesbangpol, Bagus Sutopo, dengan menanam 173 pohon Tabebuya. Total keseluruhan pohon yang ditanam pada hari itu mencapai 438 batang.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh jajaran Pemkab Pemalang, Kepolisian (Polri), perangkat kecamatan dan desa setempat, serta kelompok masyarakat.
“Hari ini kelompok masyarakat juga sudah ikut dari LDII, karyawan pompa bensin Bojongbata, masyarakat Desa Lawangrejo juga ikut,” jelas Tutuko, menyoroti semangat gotong royong dalam mewujudkan inisiatif ini.
Kepala Bakesbangpol Pemalang, Bagus Sutopo, di lokasi kedua, menggarisbawahi bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dua misi sekaligus.
“Kalau kemarin kita sudah melakukan bersih-bersih, itu melaksanakan misi Resik. Saat ini kita melaksanakan dua misi sekaligus, yaitu Hijau dan Apik. Kita menanam tanaman untuk menghijaukan suasana, dan tanaman yang ditanam adalah tanaman bunga Tabebuya ini untuk menambah keindahan wajah kota di Kabupaten Pemalang,” tuturnya.
Meski fokus pada Tabebuya aneka warna di tahap awal, Tutuko Raharjo menambahkan bahwa pada prinsipnya semua tanaman pinggir jalan, baik tanaman keras seperti mahoni maupun tanaman indah lainnya, bisa digunakan untuk mewujudkan suasana yang lebih hijau.
Dengan total penanaman yang telah mencapai sekitar 500 pohon pada minggu sebelumnya, kegiatan ini menunjukkan komitmen serius Pemkab Pemalang dalam menciptakan lingkungan kota yang asri dan estetis.
“Semoga yang kita tanam ini tumbuh, memberikan berkah manfaat dan menambah keindahan Kabupaten Pemalang,” tutup Bagus Sutopo.



















