PEMALANG Liputan24times— Kelangkaan bibit kentang masih menjadi momok utama bagi para petani di wilayah selatan Kabupaten Pemalang menjelang dimulainya musim tanam September–Oktober 2026. Persoalan vital ini mencuat dalam sesi dialog antara kelompok tani lokal dan Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan RI, Widyastuti, di Pasar Sayur Gombong, Kecamatan Belik, Selasa (1/9/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pemalang, Era Srinaeni, menegaskan bahwa kawasan selatan Pemalang menyimpan potensi hortikultura yang amat besar. Selain menjadi sentra kentang, wilayah ini juga menopang produksi nanas, mangga, pisang, hingga kopi. Sayangnya, potensi tersebut kerap terhambat oleh minimnya pasokan bibit berkualitas saat masa tanam tiba.
”Harapan kami dari pemerintah daerah dan para petani, persoalan bibit kentang ini dapat difasilitasi dan dijembatani sehingga keresahan petani dapat segera teratasi,” ujar Era. Ia menambahkan, pihak pemda telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mencari solusi jangka panjang.
Menanggapi keluhan tersebut, Widyastuti menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen mendorong ketahanan pangan nasional secara menyeluruh, sesuai dengan mandat Astacita Presiden. Menurutnya, target swasembada pangan tidak sebatas pada komoditas pangan pokok seperti beras, jagung, dan singkong, tetapi juga mencakup sektor hortikultura.
Sebagai langkah konkret, Kemenko Pangan akan segera melakukan pemetaan menyeluruh terkait jumlah, persebaran, dan kualitas benih yang tersedia di lapangan. Pihaknya juga berencana menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Perdagangan, dinas hortikultura, serta pelaku industri terkait.
”Pemetaan ini penting untuk memastikan ketersediaan dan varietas benih yang dibutuhkan, termasuk untuk kebutuhan industri,” terang Widyastuti.
Kondisi ketidakpastian ini diakui berdampak langsung pada ribuan petani di Jawa Tengah. Owner PT Agrobisnis Selaras Bersama sekaligus moderator acara, Gugum Gumilar, menyebut ada sekitar 7.200 petani kemitraan di Pemalang, Purbalingga, Tegal, dan Brebes yang saat ini berada dalam posisi dilematis.
Meski lahan sudah disiapkan—mulai dari pembuatan bedengan hingga pemupukan banyak petani belum berani melangkah karena belum ada kepastian mengenai ketersediaan benih.
Sutarno, perwakilan Kelompok Tani Selaras 2 Desa Gombong, menyambut baik dialog yang diinisiasi pemerintah pusat ini. Ia berharap hasil pertemuan tersebut segera berbuah aksi nyata di lapangan.
”Mudah-mudahan masalah benih ini bisa dalam waktu singkat teratasi, sehingga kami nantinya bisa fokus untuk budi daya dan suplai ke industri,” ungkap Sutarno.
Kegiatan dialog tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan paket sembako dari Kemenko Pangan RI kepada para petani kentang yang hadir di lokasi.

















