PEMALANG – Pemerintah Kecamatan Pulosari bergerak cepat dalam merespons perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Slamet. Bertempat di Pendopo Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) khusus bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Rabu (15/04/2026).
Pertemuan ini difokuskan pada pemaparan kondisi terkini Gunung Slamet serta penguatan sinergi mitigasi bencana di wilayah terdampak. Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Tim Pengawasan Gunung Api Indonesia PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasasi, S.St, M.T. yang memberikan gambaran teknis mengenai fluktuasi aktivitas gunung api tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Prioritaskan Keselamatan Warga Camat Pulosari, Arif Senoaji, S.STP.,M.Si. dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim ahli dan unsur terkait dalam upaya sinkronisasi data dan langkah darurat.
“Kami berterima kasih atas kehadiran semua pihak. Semoga melalui koordinasi ini, kita semua mendapatkan pemahaman yang sama. Harapan kita tentu saja Gunung Slamet tetap aman dan tidak terjadi bencana yang tidak diinginkan,” ujar Arif Senoaji.
Selain jajaran Forkopimcam, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan BPBD Kabupaten Pemalang, Kepala Desa se-Kecamatan Pulosari, serta perwakilan pengelola pendakian dari Basecamp Dipa Jaya Clekatakan dan Basecamp Jurangmangu.

Infrastruktur Jalur Evakuasi Jadi Sorotan
Sesi tanya jawab menjadi momentum krusial bagi para kepala desa untuk menyampaikan aspirasi warga di lereng gunung. Ketua Paguyuban Kades Pulosari, H. Tamat, menyoroti kondisi infrastruktur yang menjadi kunci utama jika sewaktu-waktu terjadi eskalasi aktivitas gunung.
H. Tamat menegaskan bahwa kesiapan mental warga harus dibarengi dengan fasilitas jalan yang memadai. Menurutnya, perbaikan jalur evakuasi di beberapa desa harus segera menjadi prioritas pemerintah daerah.
”Saya rasa perbaikan jalur evakuasi di beberapa desa harus menjadi prioritas utama. Infrastruktur yang baik akan sangat memudahkan proses mobilisasi warga apabila terjadi kondisi darurat bencana,” tegas H. Tamat.
Poin Utama Hasil Koordinasi:
- Update Status: PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Slamet secara real-time dan meminta warga tetap tenang namun waspada.
- Edukasi Masyarakat: Para Kepala Desa diminta aktif menyosialisasikan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD guna menangkal hoaks.
- Manajemen Pendakian: Perwakilan basecamp diminta memperketat pengawasan terhadap aktivitas pendakian sesuai dengan rekomendasi teknis yang berlaku.
Dengan adanya rakor ini, diharapkan skenario mitigasi bencana di Kecamatan Pulosari dapat berjalan lebih terukur, efektif, dan mampu meminimalisir risiko bagi masyarakat setempat.



















