PEMALANG, Liputan24times.co.id— Pemerintah Kabupaten Pemalang bertekad mengubah konsep berbagai agenda daerah agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang, Nurkholes, menegaskan bahwa setiap agenda dan perayaan yang digelar tidak boleh berhenti sebagai ajang seremonial belaka, melainkan harus mampu menjadi motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Instruksi strategis tersebut disampaikan Nurkholes saat memimpin Apel Pagi Bersama jajaran Pemkab Pemalang di halaman timur Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (2/11/2026).
”Penyelenggaraan kegiatan besar, seperti peringatan Hari Santri Nasional maupun pengajian bersama Ustaz Das’ad Latif yang lalu, masih cenderung berskala lokal. Ke depan, kemasannya harus ditingkatkan agar mampu menyedot minat wisatawan luar daerah untuk berkunjung dan menginap di Pemalang,” ujar Nurkholes di hadapan para ASN.
Menurutnya, multiplier effect dari event yang terkonsep dengan baik akan dirasakan langsung oleh sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal. Terkait upaya peningkatan PAD, Nurkholes menggarisbawahi pentingnya penggalian potensi daerah secara kreatif. Ia menolak prinsip menaikkan retribusi secara instan yang berisiko membebani warga, dan lebih mendorong penguatan tertib administrasi serta pengawasan guna mencegah kebocoran pendapatan.
Guna mewujudkan target tersebut, Nurkholes menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk merobohkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi. Rangkaian agenda potensial diminta terus bergulir secara konsisten mulai November, Desember, hingga bermuara pada kunjungan wisatawan yang lebih masif pada 2027 mendatang.
Tak hanya soal event dan PAD, Plt Bupati Pemalang ini juga menaruh perhatian besar pada efektivitas anggaran daerah. Ia meminta Kepala Bappeda beserta jajaran untuk mengawal ketat penyusunan dan perencanaan APBD 2027 agar setiap program berorientasi penuh pada kebutuhan dasar warga.
”Perencanaan anggaran harus presisi, tepat sasaran, dan skala prioritasnya jelas. Manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat Pemalang,” tegasnya.
Menutup arahannya, Nurkholes turut memberikan perhatian khusus pada agenda Pilkades Serentak 2026 yang akan segera berlangsung. Ia mengimbau seluruh ASN Pemkab Pemalang untuk bersikap netral, tidak terlibat praktik politik uang, serta aktif mengedukasi warga agar memilih pemimpin desa yang jujur dan berintegritas. Langkah ini dipandang krusial untuk menjaga kondusivitas serta stabilitas iklim demokrasi di tingkat desa.

















