PEMALANG, Liputan24times.co.id— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang memberikan dukungan nyata terhadap kelancaran aktivitas keagamaan dan pendidikan di wilayahnya. Momen Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 Tahun 2026 dimanfaatkan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, Nurkholes, untuk menyerahkan bantuan hibah berupa enam unit mobil operasional bagi pondok pesantren.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis bertepatan dengan pelaksanaan Upacara Peringatan HSN 2026 yang berlangsung penuh khidmat di Alun-Alun Pemalang, Kamis (22/10/2026). Ribuan santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Pemalang turut hadir memadati lokasi upacara.
Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, mengungkapkan harapannya agar armada operasional ini dapat memperlancar mobilitas para pengasuh serta santri dalam menjalankan berbagai program pesantren.
”Bantuan ini diharapkan bisa menunjang seluruh kegiatan pondok pesantren, terutama untuk mendukung aktivitas dan mobilitas para santri sehari-hari,” ujar Nurkholes.
Adapun enam pondok pesantren yang menerima bantuan kendaraan operasional tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yaitu:, Ponpes Al Falah (Kecamatan Moga), Ponpes Mislakhul Muta’alimin (Kecamatan Warungpring), Ponpes Nurul Huda Al Karimi (Kecamatan Warungpring), Ponpes Al Islah (Kecamatan Ampelgading), Ponpes Roudhotul Mubtadiin (Kecamatan Ulujami), Ponpes Nurul Athfal (Kecamatan Ulujami)
Selain penyerahan hibah mobil, suasana peringatan HSN di Pemalang makin semarak dengan pengumuman dan penyerahan piala serta hadiah bagi para pemenang kompetisi tingkat kabupaten. Beberapa ajang yang diserahkan hadiahnya antara lain Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIII, Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) II, serta Lomba Resik, Hijau, Apik (RHA) Tahun 2026.
Pada ajang MTQ XXXIII tingkat Kabupaten Pemalang, gelar Juara Umum berhasil diboyong oleh gabungan kafilah dari Kecamatan Pulosari, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Moga.
Sementara pada cabang MQK II, persaingan ketat melahirkan para jawara muda. Pada kategori putra, Juara I diraih oleh Khoerul Fatihin (Ponpes Mislakhul Muta’alimin, Warungpring), Juara II oleh Chairul Alfi (Ponpes Al Falah, Moga), dan Juara III disabet Alpha Labibul Ato (Ponpes Nurul Huda, Moga).
Untuk kategori putri, posisi Juara I sukses diraih Maulida Hidayah (Ponpes Al Ihsan, Watukumpul), disusul Juara II Siti Fadlilatul Istiqomah (Ponpes Al Muttaqin, Bantarbolang), serta Juara III Shirotun Nabawiyah (Ponpes Darul Muta’alimin, Petarukan).
Dalam amanatnya saat bertindak sebagai pembina upacara, Nurkholes mengingatkan bahwa HSN bukan sekadar seremonial, melainkan momentum historis untuk meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam membela kemerdekaan Indonesia.
Mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Nurkholes mengajak seluruh santri untuk terus beradaptasi dengan kemajuan zaman tanpa melupakan akar tradisi dan nilai-nilai keislaman.
”Perjuangan masa kini harus dilanjutkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia. Pesantren punya peran strategis lewat tiga fungsi utamanya: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Nurkholes menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh keluarga besar pesantren di Kabupaten Pemalang, seraya berpesan agar persaudaraan dan pengabdian kepada bangsa terus diperkuat demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

















