Jaga Warisan Mata Air, Camat Pulosari Pimpin Aksi Hijaukan Embung Pasaren

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

PEMALANG – Komitmen menjaga kelestarian alam di lereng Gunung Slamet terus digalakkan. Camat Pulosari, Arif Senoaji, turun langsung memimpin aksi penanaman ratusan bibit pohon di kawasan Embung Pasaren, Desa Penakir, kecamatan Pulosari, kabupaten Pemalang, guna memastikan ketersediaan sumber mata air bagi generasi mendatang.

​Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (2/4/2026) ini merupakan kolaborasi masif antara Pemerintah Kecamatan Pulosari, komunitas Limata, serta berbagai dinas terkait. Tak kurang dari 300 relawan bahu-membahu menghijaukan area seluas 3 hektare tersebut.

Example 300x600

Sinergi 300 Relawan demi Ekosistem

​Camat Pulosari, Arif Senoaji, menjelaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata menghadapi tantangan perubahan iklim di tingkat lokal.​”Ini merupakan kegiatan bersama. Ada dukungan dari BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, hingga teman-teman relawan. Total sekitar 300 orang terlibat aktif,” ungkap Arif di sela-sela kegiatan.

​Dalam aksi kali ini, sebanyak 700 bibit pohon yang terdiri dari beringin dan karet kebo dipilih secara khusus. Kedua jenis pohon ini dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam mengikat air di dalam tanah, sehingga sangat ideal ditanam di area tangkapan air seperti Embung Pasaren.

Belajar dari Keberhasilan Masa Lalu

​Arif Senoaji optimistis aksi kali ini akan membuahkan hasil manis, merujuk pada program serupa yang pernah dijalankan empat tahun silam di lokasi yang sama.

​”Empat tahun lalu kita pernah menanam pohon aren dan hasilnya tumbuh dengan sangat baik. Pengalaman itu membuat kami yakin, bibit beringin dan karet kebo yang kita tanam sekarang juga akan berkembang pesat,” tambahnya dengan nada optimis.

Pesan untuk Menjaga Alam

​Bagi Arif, hubungan manusia dengan alam adalah hubungan timbal balik yang harus dijaga keseimbangannya. Ia menekankan bahwa penghijauan ini adalah bentuk “balas budi” manusia terhadap alam yang selama ini telah menghidupi masyarakat Pulosari.

​”Alam sudah banyak memberi kepada kita, sekarang saatnya kita menjaga alam. Harapan besar kami, dengan rimbunnya pohon-pohon ini nanti, sumber mata air di Embung Pasaren tetap stabil dan tidak kering meski memasuki musim kemarau panjang,” tegasnya.

​Di akhir kegiatan, Arif menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada komunitas Limata dan seluruh elemen masyarakat yang tetap konsisten peduli pada isu lingkungan. Baginya, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas lokal adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan air di wilayah Pulosari.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *