PEMALANG liputan24times– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Penakir kini tengah memfokuskan seluruh energi pada pemulihan infrastruktur vital pasca-banjir bandang yang menerjang wilayah Pulosari. Pembangunan kembali jembatan akses warga dan penyediaan hunian layak menjadi dua agenda mendesak yang terus dikebut.
Camat Pulosari, Arif Senoaji, mengungkapkan bahwa meski warga telah bergotong-royong membangun dua jembatan darurat, tantangan alam masih menghambat. Hujan deras yang memicu luapan Sungai Gintung baru-baru ini kembali merusak salah satu jembatan darurat di Dusun Sawangan.
“Kami mohon masyarakat bersabar. Prioritas kami saat ini adalah membuka akses transportasi terlebih dahulu agar aktivitas warga tidak lumpuh, baru kemudian kita beranjak ke pembangunan hunian permanen,” ujar Arif saat mendampingi Kepala Desa Penakir, Kamis (12/2/2026).
Kepala Desa Penakir, Agus Riyadi, menjelaskan bahwa pembagian tugas pemulihan rumah telah diatur secara sistematis. Donasi material yang masuk melalui desa difokuskan untuk memperbaiki rumah dengan kerusakan ringan dan sedang. Sementara itu, rumah yang mengalami kerusakan berat atau hilang sepenuhnya akan ditangani oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
“Material pondasi seperti semen, pasir, dan batu sudah siap di lokasi. Namun, ada kendala teknis terkait relokasi. Satu warga bernama Sahud belum bisa mulai membangun karena lahan miliknya berada di zona merah (rawan bencana) dan belum mendapat lampu hijau dari pemerintah kabupaten,” jelas Agus.
Selain hunian, tantangan berat lainnya adalah pembersihan ladang warga yang kini tertimbun material kayu dan batu besar. Untuk mengatasi hal ini, Pemdes Penakir tengah berkoordinasi dengan BPBD untuk pengadaan alat berat.
“Secara pribadi, saya siap membantu menyewakan alat berat jika memang dibutuhkan segera oleh warga untuk membersihkan lahan mereka,” tambah Agus.
Di sisi lain, solidaritas dari sektor swasta terus mengalir. Wakil Ketua Apindo Kabupaten Pemalang, Aditya Wijaya, hadir langsung memberikan bantuan berupa 600 potong pakaian baru bagi para korban.
“Anggota kami sebenarnya sudah bergerak sejak hari kedua bencana secara mandiri, namun hari ini bantuan resmi organisasi kami serahkan langsung kepada warga Penakir,” tutup Aditya.



















