Liputan24Times — OpenAI resmi membawa teknologi AI coding Codex ke browser melalui ekstensi baru bernama Codex for Chrome dikutip dari The Athletic Selasa, (12/5/2026).
Kehadiran plugin ini membuat AI milik OpenAI mampu menjalankan berbagai aktivitas langsung di Google Chrome, mulai dari membuka tab, mengakses web app, hingga membantu pekerjaan berbasis internet secara real-time.
Sebelumnya, OpenAI lebih banyak menghadirkan Codex di dalam aplikasi desktop dan ekosistem internal mereka.
Perusahaan pertama kali meluncurkan Codex versi macOS pada Februari 2026 sebelum akhirnya memperluas kemampuan AI tersebut ke browser.
Lewat integrasi baru ini, Codex tidak lagi hanya berfungsi sebagai asisten coding atau chatbot biasa.
AI tersebut kini dapat menjalankan aksi langsung seperti membaca konteks pekerjaan, memperbaiki kode, melakukan debugging, hingga membantu workflow teknis secara otomatis.
OpenAI menyebut jumlah pengguna aktif mingguan Codex kini menembus lebih dari 4 juta akun. Angka itu meningkat delapan kali lipat dibanding awal tahun.
Perusahaan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar aktivitas pengguna ternyata berlangsung di browser setelah mereka merilis fitur Computer Use, yakni kemampuan AI mengoperasikan komputer layaknya manusia.
Kondisi itu mendorong OpenAI menghadirkan Codex langsung ke Chrome.
Codex for Chrome dirancang untuk membantu aktivitas yang memang berlangsung di website atau layanan online tempat pengguna sudah login.
AI ini dapat memahami konteks browser, membaca halaman aktif, hingga membantu pekerjaan berdasarkan akun dan layanan yang sedang digunakan.
Pengguna dapat memanfaatkan Codex untuk berbagai kebutuhan seperti melakukan riset online, memperbarui data CRM, membaca dashboard internal perusahaan, mengisi formulir, hingga merangkum isi email di Gmail.
AI tersebut juga mampu menjalankan workflow multi-step lintas tab dan layanan secara otomatis tanpa harus berpindah-pindah halaman secara manual.
OpenAI menjelaskan bahwa Codex bekerja melalui grup tab khusus agar AI dapat mengumpulkan konteks pekerjaan tanpa mengganggu sesi browsing utama pengguna.
Untuk aktivitas sensitif, Codex tetap meminta konfirmasi sebelum menjalankan tindakan tertentu.
Setelah menyelesaikan tugas, AI juga membiarkan halaman penting tetap terbuka agar pengguna dapat memeriksa hasil pekerjaannya secara langsung.
Kehadiran Codex for Chrome memperlihatkan arah baru perkembangan AI agent yang kini tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mulai menjalankan tugas digital secara mandiri di browser.



















