Pola Mudik Lebaran 2026 di Pemalang Bergeser, Kendaraan Pribadi Mendominasi Jalanan

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

PEMALANG – Karakteristik arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Pemalang menunjukkan fenomena baru. Masyarakat kini terpantau lebih condong memilih kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum untuk pulang ke kampung halaman.

​Kepala Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPPKP) Kabupaten Pemalang, Heru Weweg Sembodo, mengonfirmasi adanya pergeseran preferensi moda transportasi tersebut. Menurutnya, dominasi kendaraan roda dua dan roda empat milik pribadi sangat mencolok di berbagai ruas jalan.

Example 300x600

​”Tahun ini ada perubahan pola. Sebagian besar pemudik lebih memilih kendaraan pribadi. Akibatnya, keterpakaian transportasi massal seperti bus sedikit menurun, meski angkanya tidak terlalu drastis,” ujar Heru saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Rabu (25/3/2026).

​Selain kendaraan pribadi, moda kereta api tetap menjadi pilihan favorit warga. Namun, peningkatan volume lalu lintas di jalan raya tetap tidak terhindarkan akibat banyaknya kendaraan non-umum yang melintas.

Sinergi Pengamanan dan Kesiapan Arus Balik

​Heru memastikan bahwa secara keseluruhan, manajemen arus mudik di Pemalang berjalan tanpa kendala berarti. Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi intensif antara DPPKP dengan Satlantas Polres Pemalang serta unsur Forkopimda yang telah melakukan monitoring sejak dini.

​Kini, fokus utama beralih pada persiapan arus balik. Heru optimis infrastruktur di Pemalang mampu menampung beban kendaraan karena distribusi jalur yang sudah terbagi dengan baik.

​”Untuk arus balik, kami tidak menemui banyak hambatan teknis. Keberadaan jalur tol, jalan arteri, hingga jalur lingkar sangat membantu dalam memecah kepadatan kendaraan,” imbuhnya.

Titik Kepadatan dan Catatan Infrastruktur

​Meskipun terkendali, peningkatan volume kendaraan tetap terasa di beberapa titik strategis, terutama dari jalur selatan menuju area Sirandu hingga akses masuk tol. Kawasan City Walk Pemalang juga menjadi titik perhatian khusus tahun ini karena tingginya aktivitas masyarakat.

​Beberapa lokasi yang diantisipasi sebagai titik rawan macet meliputi:

  • ​Kawasan Pasar Anyar dan Simpang Pasar Pagi.
  • ​Akses menuju objek wisata Pantai Widuri.
  • ​Area Pos Pengamanan (Pos PAM) Gandulan yang menjadi titik vital keluar-masuk kendaraan.

​Menariknya, kemacetan di Simpang Bank Jateng yang tahun-tahun sebelumnya kerap menjadi momok, kini mulai terurai berkat pemasangan barikade permanen yang dilakukan sejak tahun lalu.

Antisipasi Kendala Lapangan

​Terkait fasilitas penunjang, Heru mengakui masih ada tantangan pada Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah jalur arteri. Beberapa lampu jalan dilaporkan tidak berfungsi maksimal karena kerusakan jaringan bawah tanah yang cukup kompleks.

​”Sebagian sudah kami perbaiki, namun ada yang memang belum bisa menyala karena kendala teknis di jaringan bawah. Sebagai langkah antisipasi, kami menyiagakan personel, tim urai, satgas, hingga pemasangan rambu tambahan di titik-titik strategis,” pungkasnya.

​Dengan kesiapan personel dan skenario pengalihan arus yang matang, Pemerintah Kabupaten Pemalang optimis arus balik Lebaran 2026 akan berjalan lancar, aman, dan terkendali.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *