PEMALANG – Semangat kemandirian ekonomi menjadi warna utama dalam pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pulosari masa khidmat terbaru. Bertempat di Pulosari, Pemalang, prosesi pelantikan yang menempatkan Sahabat Muammar sebagai nakhoda baru ini berlangsung khidmat pada Ahad (19/4/2026).
Tidak sekadar seremonial, momentum pelantikan ini dirangkaikan dengan peresmian lahan pertanian Badan Usaha Milik Ansor (BUMA). Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa GP Ansor Pulosari mulai menerjemahkan visi organisasi ke dalam aksi nyata pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Empat Prinsip Keseimbangan Kader
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah, Gus Sidqon Prabowo, yang hadir langsung untuk meresmikan lahan BUMA, memberikan pesan mendalam bagi para kader. Beliau menekankan bahwa kader Ansor masa kini harus mampu mengintegrasikan empat pilar kehidupan.”Ansor harus mampu menjaga keseimbangan antara nilai spiritual (Hablum Minallah), hubungan sosial (Hablum Minannas), kepedulian terhadap lingkungan (Hablum Minal ‘Alam), serta penguatan ekonomi sebagai fondasi kemandirian,” tegas Gus Sidqon dalam sambutannya.
Lahan pertanian yang diresmikan tersebut kini telah mulai digarap dengan penanaman berbagai jenis sayuran serta bibit kopi. Program ini diproyeksikan menjadi mesin ekonomi organisasi dalam jangka panjang.
Adaptif Terhadap Zaman
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pemalang, Gus Edo, mengingatkan pentingnya penguatan kaderisasi yang adaptif. Menurutnya, tantangan zaman yang kian kompleks menuntut kader Ansor untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
”Kaderisasi tidak boleh mandek. Kita harus melahirkan kader yang tidak hanya loyal secara organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjawab arus perubahan zaman,” ujar Gus Edo.
Ia juga mengapresiasi langkah PAC Pulosari yang memilih sektor ketahanan pangan sebagai fokus gerakan. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya organisasi dalam membangun kemandirian yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar.

Optimisme Jangka Panjang
Pengurus PAC Ansor Pulosari memasang target optimistis terhadap unit usaha pertanian ini. Tanaman kopi yang mulai ditanam diprediksi akan mulai membuahkan hasil dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan. Hasil panen tersebut diharapkan mampu menyokong pendanaan kegiatan organisasi secara mandiri.
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya, Muhammad Masruri & H. Aminul Fikar (Korwil Pekalongan Raya), A. Fauzan (Kasatkorcab Banser Pemalang), Jajaran Forpimcam Pulosari, MWC NU Pulosari beserta badan otonom lainnya.
Melalui sinergi antara penguatan spiritual dan aksi ekonomi seperti BUMA ini, GP Ansor Pulosari diharapkan mampu menjadi role model bagi kepengurusan lain dalam mengelola potensi daerah demi kesejahteraan kader dan umat.





















