PEMALANG, Liputa24times– Solidaritas kemanusiaan untuk korban banjir bandang di Desa Penakir terus mengalir. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Randudongkal bersama Jajaran Banom NU, FATAYAT NU, MUSLIMAT NU, GP ANSOR, IPNU IPPNU, menyalurkan bantuan 3 mobil logistik dan perlengkapan bagi para pengungsi yang bertahan di posko darurat, Minggu (25/1/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh jajaran pengurus MWC NU Randudongkal yang dipimpin oleh Ustadz Kukuh. Bantuan tersebut diterima di posko pengungsian Gedung NU Kecamatan Pulosari, yang saat ini menjadi salah satu pusat penampungan warga terdampak.
Ustadz Kukuh menyatakan bahwa bantuan yang diberikan difokuskan pada kebutuhan pokok dan perlengkapan harian serta obathobatan yang sangat dibutuhkan oleh warga di pengungsian. Mengingat saat ini terdapat sekitar 600 warga yang mengungsi di beberapa titik, dan ketersediaan logistik menjadi prioritas utama.
”Sedikit bantuan yang kami berikan ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat dan meringankan beban para pengungsi di sini,” ujar Ustadz Kukuh saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

Aksi ini merupakan inisiatif dari warga NU Kecamatan Randudongkal yang disalurkan melalui wadah NU PEDULI MWC NU sebagai bentuk empati terhadap bencana yang menimpa warga di kecamatan tetangga, Pulosari.
”Ini adalah bentuk kepedulian nyata warga NU Kecamatan Randudongkal. Melalui MWC NU, kita bergerak bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah banjir bandang,” tambahnya.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan. Saat ini, selain bantuan logistik, penanganan medis dan pembersihan material sisa banjir juga terus dilakukan oleh tim gabungan relawan dan instansi terkait. Bantuan dari MWC NU Randudongkal ini diharapkan mampu memicu gelombang kepedulian lebih luas untuk mempercepat masa pemulihan para korban.




















