Liputan24Times — Harga konsol game kini semakin sulit dijangkau banyak gamer dikutip dari The Sun Rabu, (13/5/2026).
Kenaikan harga komponen elektronik dan lonjakan kebutuhan industri AI ikut mendorong harga perangkat gaming melonjak di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sony dan Nintendo menjadi dua perusahaan besar yang mulai menyesuaikan harga konsol mereka sepanjang 2026.
Sony lebih dulu menaikkan harga PlayStation 5 (PS5), lalu Nintendo menyusul dengan rencana kenaikan harga Nintendo Switch 2 di pasar global.
Sony Interactive Entertainment resmi mengerek harga PS5 di Indonesia sejak awal Mei 2026.
PS5 Digital Edition kini dijual Rp 9.999.000, naik hampir Rp 1,8 juta dibanding harga sebelumnya.
Sementara itu, PS5 Disc Edition kini menembus Rp 11.399.000. Angka tersebut menjadi pertama kalinya harga PS5 di Indonesia melewati level dua digit.
Sony juga menaikkan harga aksesori PlayStation Portal menjadi Rp 5.199.000 dari sebelumnya Rp 3.599.000.
Perusahaan menyebut tekanan ekonomi global dan biaya produksi yang terus meningkat sebagai alasan utama penyesuaian harga tersebut.
Selain Sony, Nintendo juga mulai menaikkan harga Nintendo Switch 2 di sejumlah wilayah internasional.
Di Amerika Serikat, harga Switch 2 naik dari 449 dollar AS menjadi 499,99 dollar AS mulai September 2026.
Kenaikan harga serupa juga terjadi di Kanada dan Eropa. Nintendo memang belum mengumumkan dampaknya untuk Indonesia, tetapi distributor resmi diperkirakan bakal menyesuaikan harga jika tren global terus berlanjut.
Lonjakan harga konsol ini tidak lepas dari situasi industri teknologi saat ini. Produsen menghadapi kenaikan harga memori dan RAM akibat tingginya permintaan chip AI.
Di saat bersamaan, biaya logistik dan ketidakpastian ekonomi global ikut menekan rantai pasok elektronik.
Fenomena tersebut membuat harga perangkat gaming ikut terdorong naik dalam waktu singkat.
Meski harga makin mahal, permintaan pasar terhadap konsol ternyata masih cukup tinggi.
Nintendo mencatat penjualan Switch 2 hampir menyentuh 20 juta unit sejak meluncur pada Juni 2025.
Namun, Nintendo memperkirakan penjualan konsol tahun ini turun sekitar 16,9 persen menjadi 16,5 juta unit karena kondisi pasar yang belum stabil.
Sony juga menghadapi perlambatan penjualan PS5. Pada kuartal terakhir tahun fiskal 2025, Sony menjual sekitar 1,5 juta unit PS5, turun cukup tajam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,8 juta unit.
Perusahaan asal Jepang itu bahkan memprediksi pendapatan divisi gaming masih akan melemah sepanjang 2026.



















