WhatsApp Kini Sisipkan Iklan di Status, Ini Penjelasan dan Cara Kerjanya

  • Bagikan
banner 468x60

Liputan24Times — Sejumlah pengguna WhatsApp mulai menyadari kemunculan iklan di sela-sela Status WA saat mereka menggulir konten.

Tampilan iklan tersebut muncul mirip seperti promosi di Instagram Stories maupun Facebook Stories sehingga membuat sebagian pengguna terkejut dikutip dari The Sun Kamis, (7/5/2026).

Example 300x600

Fitur iklan di Status WhatsApp sebenarnya bukan hal baru. Meta selaku induk WhatsApp resmi meluncurkan sistem tersebut sejak pertengahan 2025 setelah bertahun-tahun mempertimbangkan monetisasi di platform pesan instan itu.

Sebelumnya, rencana penempatan iklan di WhatsApp sempat memicu penolakan, termasuk dari para pendiri aplikasi.

Bahkan pada 2020, Meta pernah membatalkan implementasi iklan dalam aplikasi karena menuai banyak kritik dari pengguna.

Namun, arah kebijakan perusahaan akhirnya berubah. Kepala WhatsApp, Will Cathcart, pada 2023 mengonfirmasi bahwa timnya masih mengembangkan sistem periklanan untuk platform tersebut.

Setahun setelahnya, WhatsApp mulai merilis iklan di fitur Status secara bertahap.

Meta sendiri selama ini mengandalkan bisnis iklan sebagai sumber pendapatan utama perusahaan.

Karena itu, WhatsApp menjadi platform berikutnya yang ikut mendukung ekosistem iklan milik Meta setelah Facebook, Instagram, dan Threads.

Meski begitu, kehadiran iklan di Status WA langsung memunculkan kekhawatiran soal privasi pengguna.

Banyak orang mempertanyakan apakah WhatsApp memakai isi pesan pribadi untuk menentukan iklan yang muncul.

Menanggapi polemik tersebut, Meta menegaskan bahwa WhatsApp tetap melindungi percakapan pengguna dengan sistem enkripsi end-to-end.

Dengan teknologi itu, hanya pengirim dan penerima yang bisa membaca isi pesan.

Wakil Presiden Manajemen Produk Business Messaging Meta, Nikila Srinivasan, menjelaskan bahwa perusahaan tidak memakai isi chat, panggilan pribadi, maupun daftar kontak untuk kepentingan iklan.

Sebaliknya, WhatsApp memanfaatkan sejumlah data umum untuk menyesuaikan promosi yang tampil di Status pengguna.

Data tersebut meliputi bahasa aplikasi, lokasi kasar seperti kota atau negara, channel yang diikuti, serta interaksi pengguna dengan iklan sebelumnya.

Selain itu, jika pengguna menghubungkan WhatsApp dengan akun Meta lain melalui Meta Accounts Center, sistem juga dapat memakai preferensi dari Instagram atau Facebook untuk personalisasi iklan.

Meta mengeklaim seluruh pengaturan tersebut tetap berada dalam kendali pengguna dan bisa diubah kapan saja melalui pengaturan privasi akun.

Di sisi lain, WhatsApp menyebut fitur iklan Status memang ditujukan bagi bisnis, brand, maupun kreator yang ingin menjangkau audiens lebih luas langsung dari aplikasi pesan instan tersebut.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *