PEMALANG, Liputan24times,co.id— Pemerintah Kabupaten Pemalang memperketat pengamanan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Sebanyak 726 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan instansi daerah disiagakan guna memastikan pesta demokrasi tingkat desa ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Kesiapan pengamanan tersebut secara resmi ditandai lewat Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Aman Desa 2026 di Alun-alun Pemalang, Senin (19/10/2026). Bertindak sebagai pemimpin apel, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang, Nurkholes, menegaskan bahwa apel ini merupakan langkah krusial untuk mengawal seluruh rangkaian tahapan Pilkades hingga pemungutan suara yang dijadwalkan pada 9 November 2026 mendatang.
Nurkholes memaparkan, pola pengamanan ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral yang terintegrasi, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dilibatkan secara aktif untuk memantau kelancaran setiap tahapan di lapangan. Menurutnya, sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan adalah kunci utama untuk meredam potensi kerawanan dan menjaga stabilitas keamanan daerah.
Dalam arahannya di hadapan ratusan peserta apel, Nurkholes berpesan agar seluruh petugas mengemban amanah ini dengan dedikasi tinggi serta tetap mengutamakan faktor kesehatan dan keselamatan pribadi selama bertugas.
“Jadikan pengabdian ini sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Nurkholes di hadapan pasukan gabungan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat di Pemalang untuk menyatukan langkah demi mewujudkan Pilkades yang damai dan demokratis.
Sementara itu, Kapolres Pemalang, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menerangkan bahwa pihaknya telah mematangkan kesiapan sumber daya manusia beserta sarana dan prasarana pendukung. Berdasarkan rincian yang ada, Polres Pemalang mengerahkan 453 personel, yang kemudian diperkuat oleh jajaran TNI serta unsur pendukung dari Pemkab Pemalang hingga total kekuatan mencapai 726 personel.
“Total personel sebanyak 726 orang ini nantinya akan disebar ke berbagai wilayah kecamatan dengan porsi penempatan yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing daerah,” jelas AKBP Anggaito.
Pihak kepolisian memastikan pengamanan tidak hanya berfokus pada hari pencoblosan, melainkan meliputi seluruh rangkaian tahapan krusial sebelumnya. Tahapan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan bakal calon kepala desa, pembekalan, hingga proses pengundian nomor urut.
Kapolres turut mengimbau masyarakat luas agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi mencederai kelancaran proses demokrasi di tingkat desa ini.
Sebagai puncak rangkaian apel, Plt Bupati Nurkholes secara simbolis menyematkan pin kepada perwakilan personel dari berbagai unsur, yakni Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Perlindungan Masyarakat (Linmas). Penyematan ini merepresentasikan kesiapan penuh tim gabungan dalam mengawal Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Pemalang agar berlangsung tanpa hambatan.

















