Apresiasi Inovasi Desa, Bupati Pemalang Serahkan Penghargaan Rhapsodi dan Dorong Sukses Sensus Ekonomi 2026

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

PEMALANG – Pendopo Kabupaten Pemalang menjadi saksi apresiasi tinggi pemerintah daerah terhadap dedikasi desa-desa berprestasi. Pada Kamis (12/3/2026), Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, secara resmi menyerahkan Penghargaan Rhapsodi kepada sejumlah desa yang berhasil menjuarai Lomba Desa/Kelurahan tingkat kabupaten.

​Acara yang dibalut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Pemalang ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan dari level akar rumput.

Example 300x600

Desa Penggarit Sabet Juara Pertama

​Dalam penganugerahan tersebut, Desa Penggarit dinobatkan sebagai jawara pertama Lomba Desa/Kelurahan Bersih dengan raihan skor fantastis sebesar 3.525. Atas prestasi ini, Desa Penggarit berhak memboyong bantuan keuangan senilai Rp200 juta.

​Posisi kedua diraih oleh Desa Kebanggan (skor 3.015) dengan hadiah Rp150 juta, disusul Desa Beluk (skor 2.835) di posisi ketiga dengan hadiah Rp100 juta. Selain penghargaan kebersihan, Bupati Anom juga menetapkan lima desa baru sebagai Desa Wisata Tahun 2026 guna memacu ekonomi kreatif berbasis komunitas.​”Pembangunan daerah itu hulu dan muaranya ada di desa. Desa adalah ujung tombak yang menentukan keberhasilan program pemerintah,” ujar Bupati Anom di hadapan 276 undangan yang hadir.

Kawal Sensus Ekonomi 2026: Data Akurat, Kebijakan Tepat

​Selain soal prestasi desa, poin krusial yang ditekan dalam Rakor ini adalah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Bupati menginstruksikan seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk mengawal jalannya pendataan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara total.

​Bupati menegaskan bahwa hasil sensus ini akan dipadukan dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tujuannya jelas: agar bantuan kerja dan arah pembangunan di masa depan tidak lagi salah sasaran.

​”Saya minta seluruh warga, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, didampingi agar masuk dalam pendataan. Data ini adalah kompas kita untuk menentukan lokus pembangunan yang lebih akurat,” tegasnya.

Membangun Sinergi Pusat dan Daerah

​Kepala Dinpermasdes, Andri Adi, menjelaskan bahwa Rakor ini bertujuan menyelaraskan visi-misi kabupaten dengan perencanaan di tingkat desa. Peserta juga mendapatkan pembekalan teknis mengenai:

  • Pengelolaan Dana Desa 2026 oleh Muhammad Ridho (KPPN Tegal).
  • Teknis Sensus Ekonomi 2026 oleh Teguh Iman Santoso (BPS Pemalang).

​Dengan adanya penghargaan dan koordinasi intensif ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap setiap desa semakin termotivasi untuk berinovasi sekaligus tertib dalam administrasi data pembangunan.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *