Festival Curug Bengkawah 2026: Sinergi UGM dan Pemerintah Daerah Genjot Potensi Wisata Desa.

  • Bagikan
banner 468x60

​PEMALANG, Liputan24times.co.id— Ratusan langkah kaki dan antusiasme warga memadati kawasan Telaga Silating hingga Curug Bengkawah, Desa Sikasur, Kabupaten Pemalang pada Minggu (2/8/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah menghadiri gelaran Festival Curug Bengkawah sebuah hajatan tahunan hasil kolaborasi Pemerintah Kecamatan Belik, Pemerintah Desa Sikasur, dan Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) guna mempromosikan kekayaan alam, kebudayaan lokal, serta UMKM daerah setempat.

​Kemeriahan pesta rakyat ini diawali dengan kegiatan Fun Walk yang mengambil rute dari Telaga Silating menuju Curug Bengkawah, melintasi beberapa titik desa seperti Wanasela dan Balai Desa Sikasur. Tak hanya menyuguhkan jalan sehat dan hiburan rakyat, festival ini turut menggerakkan roda ekonomi desa melalui bazar produk UMKM. Momen emosional juga terpancar saat Tim KKN UGM secara simbolis menyerahkan notasi gending kepada kelompok Karawitan Sendang Mulia Desa Sikasur sebagai bentuk pelestarian seni lokal. Suasana kian meriah di akhir acara saat pembagian doorprize utama berupa sepeda gunung, kambing, kulkas, hingga telepon genggam.

​Camat Belik, Slamet Edy Riyanto, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan dedikasi mahasiswa UGM. Menurutnya, festival ini memegang peranan strategis dalam mengenalkan pesona Curug Bengkawah ke skala yang lebih luas.

​”Kegiatan ini menjadi sarana efektif mengenalkan potensi alam dan budaya Sikasur agar semakin dikenal secara regional maupun nasional. Saya mengimbau Pokdarwis serta pelaku usaha untuk konsisten menjaga keasri dan pengelolaan destinasi agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Slamet.

​Dukungan serupa datang dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Melalui Kasi Konservasi Wilayah II Pemalang, Darmawan, pihak BKSDA menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Curug Bengkawah demi menggerakkan pertumbuhan pariwisata Pemalang secara berkesinambungan.

​Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Taufik, mengaku bangga atas kesuksesan gelaran yang memasuki tahun kedua tersebut. Ia mengisyaratkan bahwa komitmen UGM tidak akan berhenti di sini. “Kami berharap sinergi ini terus bertahan. Bahkan UGM telah merencanakan kembali program KKN-PPM di Sikasur pada 2027 untuk mendampingi tata kelola kawasan berbasis masyarakat,” ungkapnya.

​Sementara itu, Kepala Desa Sikasur, Kusin, menegaskan bahwa Festival Curug Bengkawah kini telah resmi masuk ke dalam kalender agenda pariwisata resmi Kabupaten Pemalang. Masuknya gelaran ini ke agenda daerah diharapkan mampu mempercepat akselerasi ekonomi warga dan menegaskan Desa Sikasur sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Pemalang.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *