Jembatan Gantung Bantaragung Diresmikan, Pangdam IV/Diponegoro: Solusi Konkret Buka Keterisolasian Wilayah

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG – Kabar gembira menyelimuti warga Dusun Bantaragung dan Dusun Kalilanang. Setelah sekian lama menghadapi keterbatasan akses, sebuah jembatan gantung kini berdiri kokoh menghubungkan dua desa di Kabupaten Pemalang.

​Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han., meresmikan langsung Jembatan Gantung Bantaragung yang menghubungkan Desa Sokawati (Kecamatan Ampelgading) dengan Desa Payung (Kecamatan Bodeh) pada Rabu (1/4/2026).

Example 300x600

​Sinergi TNI dan Pemerintah Pusat

​Pembangunan infrastruktur vital ini merupakan buah kolaborasi apik antara Kodam IV/Diponegoro dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta. Proyek ini menjadi jawaban nyata atas keluhan masyarakat yang selama ini terisolasi akibat kendala geografis.

​Setibanya di lokasi, Pangdam yang didampingi Kepala BBPJN Jateng–DIY, Muhammad Ikbal Tamher, disambut hangat oleh jajaran Forkopimda Pemalang, termasuk Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, serta Bupati Pemalang Anom Widyantoro.

​Wujud Program Strategis Nasional

​Dalam sambutannya, Mayjen TNI Achiruddin Darojat menegaskan bahwa jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan bagian dari visi besar kenegaraan. ​”Program pembangunan jembatan gantung ini merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Tujuannya jelas: memberikan akses bagi masyarakat di daerah terisolir agar aktivitas sehari-hari, baik ekonomi maupun sosial, dapat berjalan lebih mudah, aman, dan lancar,” tegas Pangdam.

​Ia juga menambahkan bahwa komitmen TNI dalam mendukung percepatan infrastruktur tidak akan berhenti di sini. Pembangunan serupa akan terus diupayakan di wilayah lain guna memastikan pemerataan kesejahteraan di Jawa Tengah.

​Apresiasi dari Pemerintah Daerah

​Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi TNI di wilayahnya. Menurutnya, kontribusi TNI tidak hanya terlihat pada jembatan ini, tetapi juga dalam penanganan bencana.

​”Kami sangat berterima kasih atas perhatian TNI, termasuk bantuan material seperti aramco dan jembatan bailey yang sangat krusial saat penanganan banjir di Pemalang. Kami berharap sinergi ini terus kuat demi kepentingan rakyat,” ujar Anom.

​Simbol Harapan Baru

​Prosesi peresmian ditandai secara simbolis dengan:

  1. Penandatanganan prasasti oleh Pangdam IV/Diponegoro.
  2. Pemotongan pita sebagai tanda akses resmi dibuka.
  3. Pemotongan tumpeng bersama jajaran Forkopimda sebagai ungkapan rasa syukur.

​Setelah prosesi formal, Pangdam beserta rombongan menyempatkan diri meninjau langsung struktur jembatan. Jembatan Gantung Bantaragung kini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi warga.

​Dengan adanya jembatan ini, akses pendidikan bagi anak sekolah kini lebih aman, distribusi hasil bumi lebih cepat, dan konektivitas antar-kecamatan di Pemalang tidak lagi menjadi kendala. Sebuah langkah maju untuk ekonomi lokal yang lebih dinamis.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *