PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang terus mematangkan langkah menuju tata kelola pembangunan yang modern dan efisien. Salah satu strategi yang digenjot adalah penguatan pemanfaatan data dan informasi geospasial sebagai basis utama perencanaan pembangunan kewilayahan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang, Dian Ika Siswanti, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial di Gedung Sasana Bhakti Praja, kompleks Setda Pemalang, Selasa (23/6/2026).
Menurut Ika, akurasi data berbasis spasial merupakan elemen krusial agar target-target pembangunan daerah dapat dieksekusi secara tepat sasaran.”Dengan ketersediaan data dan informasi geospasial, kita bisa melihat dengan jelas keterkaitan fungsi serta lokasi pembangunan lintas sektor, bahkan hingga ke tingkat koordinat petanya,” ujar Ika.
Ika menambahkan, keberadaan simpul jaringan geospasial ini akan membawa Kabupaten Pemalang ke era baru yang lebih maju dalam hal penyediaan data.
Sebagai bukti keseriusan, Pemkab Pemalang saat ini tengah menggodok revisi Peraturan Bupati Pemalang Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Satu Data Indonesia tingkat kabupaten. Langkah ini diambil guna menyelaraskan regulasi daerah dengan dinamika aturan yang ada di tingkat pusat.
Pelaksanaan bimtek yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ini juga merupakan buah manis dari komitmen jangka panjang. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Nota Kesepakatan antara Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan Pemkab Pemalang yang telah ditandatangani sejak 6 Juni 2024 lalu.
Secara khusus, Kepala Diskominfo menyampaikan apresiasinya kepada pihak BIG yang secara konsisten mendampingi Pemkab Pemalang. Berkat sinergi ini, dalam dua tahun terakhir, tata kelola data spasial di Pemalang mengalami lompatan kualitas yang signifikan dan kini sudah mulai bisa diakses oleh para pengguna data.
Di akhir arahannya, Ika meminta seluruh peserta memanfaatkan momentum ini dengan maksimal. “Gali dan petakan seluruh potensi data spasial yang ada di masing-masing perangkat daerah agar nantinya bisa disajikan kepada masyarakat dalam bentuk peta yang informatif,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Pemalang, Titi Resmiati, melaporkan bahwa agenda ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari unsur pembina, walidata, hingga produsen data di lingkungan pemkab.
”Tujuan utama bimtek ini adalah untuk mendongkrak kapasitas para petugas pengelola, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas layanan data dan informasi geospasial Pemkab Pemalang,” urai Titi.
Untuk memastikan materi tersampaikan dengan berbobot, Diskominfo Pemalang menghadirkan dua pakar langsung dari Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai narasumber, yakni Dhanis Wara Wiladharma dan Krisna Setiaji.



















