Purna Tugas Direksi Perumda Tirta Mulia Pemalang: Bupati Dorong Transformasi Menuju Standar ESG Nasional

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

PEMALANG – Estafet kepemimpinan di tubuh Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang resmi memasuki babak baru. Dua jajaran direksi masa bakti 2021-2026, yakni Direktur Administrasi dan Keuangan, Moch. Arief Setiawan, serta Direktur Teknik, Djulianto, resmi mengakhiri masa pengabdian mereka.

​Prosesi pelepasan purna tugas yang berlangsung khidmat sekaligus emosional ini digelar di halaman kantor pusat Perumda Tirta Mulia pada Kamis malam, (16/4/2026).

Example 300x600

​Pesan Menyentuh dari Lini Teknis

​Dalam sambutannya, Djulianto selaku perwakilan direksi yang purna tugas, menitipkan pesan mendalam bagi seluruh pegawai. Ia mengingatkan bahwa dinamika zaman menuntut kesiapan mental dan profesionalitas yang lebih tinggi dari sebelumnya.​”Tetaplah bekerja dengan penuh semangat, integritas, dan menjaga kualitas demi perusahaan. Tantangan di era sekarang jauh lebih besar. Saya mendoakan agar Tirta Mulia semakin maju dan berkembang sesuai harapan pemilik (pemerintah daerah),” ujar Djulianto dengan nada haru.

​Visi Besar Bupati: Menembus Peringkat Nasional via ESG

​Hadir dalam acara tersebut, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, memberikan apresiasi sekaligus tantangan baru bagi manajemen Tirta Mulia. Menurutnya, perusahaan tidak lagi bisa hanya menggunakan metode konvensional seperti fishbone dalam membedah masalah.

​Bupati menegaskan bahwa masa depan Perumda Tirta Mulia harus berorientasi pada standar ESG (Environmental, Social, and Governance). Hal ini dipandang sebagai syarat mutlak agar perusahaan mampu bersaing di level nasional.

  • Environmental (Lingkungan): Menuntut kolaborasi aktif dengan pegiat lingkungan guna menjaga keberlanjutan sumber mata air.
  • Social (Sosial): Memperkuat hubungan dan kemanfaatan bagi masyarakat di sekitar area sumber air.
  • Governance (Tata Kelola): Mewujudkan transparansi dan akuntabilitas yang dapat dipantau publik selama 24 jam.

​”Ini adalah tuntutan mutlak agar perusahaan bisa menembus peringkat 5 atau 10 besar secara nasional,” tegas Bupati Anom.

​Masa Transisi dan Harapan Dewan Pengawas

​Untuk menjaga stabilitas operasional setelah ditinggalkan dua direkturnya, posisi tersebut untuk sementara akan diisi oleh jajaran Dewan Pengawas yang bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Bupati menginstruksikan agar Dewan Pengawas tetap patuh pada regulasi Kemendagri dan fokus mengejar target yang tertuang dalam Rencana Kerja Perusahaan (RKP) 2026.

​Senada dengan hal tersebut, perwakilan Dewan Pengawas, Moch Sidik, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi Arief Setiawan dan Djulianto selama lima tahun terakhir.

​”Kami berharap seluruh karyawan dapat meneladani kepemimpinan beliau berdua. Hal-hal baik yang telah diletakkan selama periode 2021-2026 harus dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan,” pungkas Sidik.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *