PEMALANG, Liputan24times— Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026, Pemerintah Kecamatan Moga menggelar tradisi Malam Wungon yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban di Pendopo Kecamatan Moga, Minggu (16/8/2026) malam.
Acara refleksi malam kemerdekaan ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Moga, para tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan organisasi pemuda, serta jajaran tamu undangan lainnya.
Sesuai tradisi dan kearifan lokal dalam memperingati malam kemerdekaan, puncak peringatan diisi dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas nikmat kemerdekaan serta penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan bangsa.
Malam Wungon tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk meresapi nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa, khususnya jejak perjuangan yang terekam di tanah Pemalang.
Dalam naskah refleksi kemerdekaan dari Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Keuangan 45 (DHC-BPK 45) Kabupaten Pemalang yang disampaikan dalam suasana kegiatan, diingatkan kembali pentingnya meneladani perjuangan para pahlawan nasional hingga pahlawan lokal.
Salah satu kisah penting yang menjadi kebanggaan warga Pemalang adalah keterkaitan sejarah dengan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf (WR) Supratman. Dalam catatan sejarah lokal, WR Supratman pernah mengungsi dan tinggal di Desa Wangkelang, Kecamatan Moga, untuk menghindari kejaran tentara Belanda setelah lagu ciptaannya diperdengarkan pada Sumpah Pemuda 1928.
Selain itu, malam wungon juga menjadi momen mengenang sosok Kyai Makmur, tokoh ulama sekaligus Bupati Pemalang ke-26 yang gigih berjuang memimpin perlawanan gerilya melawan penjajah hingga gugur sebagai syuhada pada 9 September 1947.

Camat Moga Drajat, S.Hut., M.M. beserta jajaran Forkopimcam berharap kegiatan Malam Wungon ini dapat mempererat tali silaturahmi antar-elemen masyarakat di Moga sekaligus menanamkan semangat nasionalisme, terutama bagi generasi muda.
”Peringatan HUT RI ke-81 ini menjadi sarana bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, menghargai jasa para pahlawan, serta melanjutkan cita-cita perjuangan dengan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tuturnya.
Rangkaian acara Malam Wungon berlangsung dengan penuh kehangatan hingga selesai, menjadi pengantar yang khidmat menyambut detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2026.

















