Menuju Smart Village, Pemkab Pemalang Luncurkan Aplikasi Sapa Ikhlas untuk Digitalisasi Data Tani

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG, Liputan24times – Pemerintah Kabupaten Pemalang resmi memulai babak baru dalam pengelolaan sektor pertanian berbasis digital. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, bersama Wakil Bupati Nurkholes dan jajaran Forkopimda, meluncurkan inovasi terbaru bernama Sapa Ikhlas (Sistem Analitik Data Pangan/Satu Data Pangan untuk Pemalang Bercahaya) di Pendopo Kabupaten Pemalang, Minggu (12/7/2026).

Prosesi peluncuran teknologi analitik ini berlangsung meriah, ditandai dengan pemotongan balon ke udara dan penekanan tombol virtual pada layar videotron oleh jajaran pimpinan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Anom Widiyantoro menegaskan pentingnya pengawalan ketat terhadap program Sapa Ikhlas agar mampu memberikan dampak nyata bagi para petani. Ia menilai, digitalisasi adalah kunci utama untuk menyajikan data sektor pertanian yang akurat dan dapat diakses secara real-time.

Saat ini, Pemalang sebenarnya berada dalam tren positif dengan mencatatkan surplus produksi padi hingga di atas 50 ribu ton. Kendati demikian, Anom optimistis angka tersebut masih bisa didorong lebih tinggi melalui intervensi teknologi dan tata kelola yang tepat.
“Tujuan peluncuran Sapa Ikhlas ini adalah mengunci akurasi data pertanian lewat digitalisasi. Jadi, kita punya basis data yang real-time. Ke depan, sistem ini tidak hanya mandek di sektor pertanian saja, tapi akan diintegrasikan menuju program Smart Village di seluruh Kabupaten Pemalang,” ujar Anom.

Langkah digitalisasi data tani ini diproyeksikan menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem pemerintahan desa yang berbasis data dan teknologi (data-driven policy). Dengan data yang valid, pemerintah daerah diharap bisa mengambil kebijakan strategis—seperti distribusi pupuk, bibit unggul, hingga pengelolaan irigasi dan pompanisasi saat kemarau—secara lebih tepat sasaran.
Tak sekadar seremonial formal, peluncuran Sapa Ikhlas ini juga dikemas sebagai pesta rakyat yang menghibur masyarakat Pemalang sejak pagi hari.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan sehat berupa senam bersama dan fun game. Nuansa kelestarian budaya juga kental terasa lewat suguhan seni tari dan pertunjukan wayang kulit yang dibawakan secara apik oleh dalang cilik berbakat, Ki Narendra Hang Ehsan.
Suasana semakin semarak dengan adanya pembagian doorprize, lantunan tembang kenangan, hingga acara nonton bareng (nobar) pertandingan seru Piala Dunia yang mempertemukan tim nasional Argentina melawan Swiss.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *