Sarat Makna Budaya, Camat Pulosari Petik Filosofi ‘Semar Mbangun Padepokan’ untuk Pelayanan Publik

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

PEMALANG, Liputan24times – Pemerintah Desa (Pemdes) Nyalembeng, Kecamatan Pulosari sukses menggelar tradisi adat Ruwat Bumi yang dirangkai dengan pagelaran wayang kulit. Upacara kebudayaan tahunan ini sengaja mengusung lakon sarat makna, yakni “Semar Mbangun Padepokan”, sebagai simbol sekaligus refleksi dalam menata roda pemerintahan desa ke depan.

Acara yang berlangsung semarak namun sakral ini dihadiri langsung oleh Camat Pulosari, Arif Senoaji, S.STP., M.Si., beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Pulosari. Bertindak selaku tuan rumah, Kepala Desa Nyalembeng Kunedi secara khusus mengundang para kepala desa se-Kecamatan Pulosari serta mengerahkan segenap perangkat desa untuk meresapi esensi kebudayaan ini bersama-sama.

Camat Pulosari, Arif Senoaji, dalam arahan resminya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemdes Nyalembeng dalam merawat warisan leluhur. Dirinya menggarisbawahi bahwa pagelaran wayang kulit ini bukan sekadar tontonan hiburan, melainkan sebuah tuntunan nyata bagi seluruh aparatur pemerintahan dalam mengemban amanat publik dan menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

“Lakon ‘Semar Mbangun Padepokan’ ini memberikan sebuah refleksi dan filosofi yang sangat kuat bagi kita semua di jajaran birokrasi pemerintahan,” ujar Arif Senoaji di hadapan para kepala desa dan perangkat yang hadir.

Ia menjabarkan bahwa sosok Eyang Semar Badranaya dalam jagat pewayangan menggambarkan representasi ideal dari seorang pamong. Kepemimpinan dan pelayanan publik, menurutnya, mutlak harus dilandasi oleh satu pondasi utama, yaitu niat yang suci murni untuk mewujudkan kemakmuran serta kemaslahatan rakyat.

Lebih lanjut, Camat Pulosari mengingatkan para aparatur desa bahwa tantangan ke depan dalam melayani masyarakat akan semakin kompleks. Namun, dengan integritas dan ketulusan hati, setiap dinamika akan mampu dilewati.

“Jika niat suci melayani rakyat itu sudah tertanam kuat di hati sanubari para aparatur, maka jalannya roda pemerintahan akan tetap tegap berdiri kokoh. Sehingga, meskipun ke depan banyak dinamika, hambatan, serta rintangan seberat apa pun yang menghadang, semuanya pasti akan dapat dihadapi dan diselesaikan dengan baik jika pemimpin dan rakyatnya bersatu padu,” tegasnya di akhir sambutan. (Red)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *