Liputan24times — Banjir besar yang melanda Kabupaten Bekasi pada akhir Januari 2026 memaksa 15.335 warga mengungsi ke sejumlah lokasi aman. .Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, para pengungsi tersebar di 21 titik pengungsian pada 11 desa di lima kecamatan terdampak.
Data tersebut disampaikan BPBD Kabupaten Bekasi pada Jumat, 30 Januari 2026, seiring masih berlangsungnya proses penanganan dampak banjir di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa banjir merendam 161 titik lokasi di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi. Genangan air terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu dan hilir secara bersamaan, sehingga kapasitas sungai dan drainase tidak mampu menampung debit air.
“Total warga Kabupaten Bekasi yang mengungsi mencapai 15.335 jiwa,” ujar Dodi dalam keterangannya, dikutip dari Instagram host Cikarang Sabtu (31/1/2026).
BPBD mencatat, 21 titik pengungsian banjir Kabupaten Bekasi tersebar di lima kecamatan, yakni:
Kecamatan Babelan
Kecamatan Karangbahagia
Kecamatan Sukawangi
Kecamatan Sukakarya
Kecamatan Pebayuran
Di Kecamatan Babelan, pengungsian dibuka di sejumlah lokasi, di antaranya Perumahan Babelan Garden City, Kampung Balendung, Desa Kedungpengawas, hingga Masjid Al Hidayah Kampung Tambun Magih, Desa Buni Bakti. Selain itu, Pendopo Desa Babelan Kota dan Posko RW 013 Desa Babelan Kota juga difungsikan sebagai tempat pengungsian warga terdampak banjir.
Sementara di Kecamatan Karangbahagia, terdapat tujuh lokasi pengungsian, antara lain Puri Nirwana Residence, Grand Permata City, Kampung Pulo Besar, Kampung Kalender Wak, Masjid Arrayan, serta Gedung Serbaguna Kecamatan Karangbahagia.
BPBD Kabupaten Bekasi menyatakan terus melakukan pendataan korban, distribusi logistik, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, seperti makanan siap saji, air bersih, dan layanan kesehatan.
Petugas gabungan juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan peluang hujan berintensitas tinggi masih terjadi dalam beberapa hari ke depan.
BPBD mengimbau warga yang tinggal di wilayah langganan banjir Kabupaten Bekasi agar tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan segera mengungsi ke tempat aman apabila debit air kembali meningkat. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air guna meminimalisir dampak banjir berulang.




















