Liputan24times — Banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter merendam kawasan permukiman warga di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Akibatnya, ratusan rumah terendam dan aktivitas masyarakat lumpuh total.
Genangan air terjadi akibat luapan Kali Ulu yang tak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah hulu. Kondisi tersebut diperparah hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya sejak Sabtu (17/1/2026) sore hingga malam hari.
Dua desa dilaporkan menjadi wilayah terdampak paling parah, yakni Desa Tanjungsari dan Desa Karang Raharja. Air mulai memasuki permukiman warga sejak dini hari dan terus meningkat hingga pagi hari.
Salah seorang warga, Abdi, mengatakan air naik dengan cepat dan masuk ke dalam rumah warga.
“Sejak subuh air sudah masuk rumah, naiknya cepat sekali. Di dalam rumah sempat setinggi dada orang dewasa,” ujarnya.
Tingginya genangan memaksa ratusan kepala keluarga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Petugas gabungan bersama relawan langsung melakukan proses evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, dan perempuan.
Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah titik pengungsian lengkap dengan tenda darurat. Bantuan logistik, makanan siap saji, serta layanan kesehatan terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir.




















